“Sheltered Workshop” Peduli Baskara Magetan Diresmikan, Bupati Ajak Warga Cintai Produk Magetan


ARYA-MEDIA, Magetan – Bupati Magetan Suprawoto, meresmikan Sheltered Workshop Peduli Baskara Magetan. Sebanyak 19 warga penyandang disabilitas intelektual Desa Gebyog Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan, telah memiliki Shelter Workshop binaan dari Dinas Sosial Magetan melalui Balai Besar Rehabilitasi Disabilitas Intelektual (BBRDI) “Kartini” Temanggung Jawa Tengah (Jateng). Rabu (18/12/2019).

“Karya para anak-anak penyandang disabilitas ini, memiliki prospek yang bagus dimasa mendatang. Karena produk Hand Made akan disukai dipasaran hingga manca negara. Kami, Pemkab Magetan akan selalu memberikan peluang dan motifasi agar karya mereka bisa dikenal,” ungkap Bupati Magetan Suprawoto, usai meresmikanSheltered Workshop Peduli Baskara Magetan, (18/12).

Bupati berharap, dengan adanya Sheltered Workshop tersebut, menjadikan warga penyandang disabelitas dapat mandiri. “Workshop ini pasti sangat bermanfaat, karena membantu kemandirian anak-anak istimewa ini. Caranya peduli adalah, dengan mencintai produk Magetan hasil karyanya, yakni dengan membelinya lalu memakainya. Hali itu adalah langkah nyata kita dalam mencintai mereka,” jelasnya.

Sementara itu, kepala Balai Besar Rehabilitasi Disabilitas Intelektual (BBRDI) “Kartini” Temanggung Jawa Tengah, Moehardjani mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan anak disabelitas Desa Gebyog sejak April 2019 lalu. “Dengan memberikan pendampingan, dapat membimbing mereka untuk mampu berkarya menghasilkan karya batik dan keset,” terangnya kepada Arya Media, (18/12).

Disisi lain, Ari Budi Santoso selaku pendamping warga disabelitas mengharapkan, melalui Shelter Workshop peduli Baskara Magetan, anak penyandang disabilitas intelektual tersebut dapat memiliki ketrampilan dengan harapan mendapat pekerjaan dengan karya batik dan keset dalam meningkatkan perekonomian keluarga. “Kami berharap, Pemerintah Daerah maupun pusat dapat memberikan perhatian lebih dengan peluang kesempatan kepada para penyandang disabilitas. Selain memberikan suport dan motifasi, dalam  mencintai hasil karyanya yaitu dengan membeli batik ciprat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Sheltered Workshop Peduli Baskara Magetan, para disabilitas didampingi dan diajari untuk membuat beberapa kerajinan, diantaranya batik ciprat dan keset. Dalam acara, Bupati Magetan juga memberikan bantuan kepada 19 orang penerima untuk usaha ekonomi produksi. (Ren)

 713 total views,  5 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!