Simposium : Mataraman Sebagai Tolok Ukur Gerakan Literasi Nasional


ARYA-MEDIA, Kabupaten Madiun – Korps Alumni HMI (KAHMI) Mataraman Jawa Timur, menggelar Simposium Gerakan Literasi Nasional (GLN), di Pendopo Ronggo Djoemeno Kabupaten Madiun, Minggu (22/12/2019)

Acara tersebut dilakukan, untuk menjadikan Kabupaten / Kota Wilayah Mataraman Provinsi Jawa Timur Sebagai Tolok Ukur Gerakan Literasi Secara Nasional, SDM Unggul – Indonesia Maju.

Sebagai narasumber acara adalah, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia yang diwakili Asisten Deputi PAUD, DIKNAS dan Pendidikan Masyarakat Kemenko PMK, Dr. Femmy Eka Kartika Putri, M.Si.

“Mari kita galakkan literasi ini melalui beberapa kegiatan. Kompetensi literasi merupakan prasyarat dan pondasi yang dimiliki seseorang dalam memperlajari pengetahuan. Per Maret tahun ini jumlah KK di Indonesia 57.116.000,-. yang jadi pertanyaan adalah seberapa besar orang tua yang beli buku bacaan, karena literasi berawal dari keluarga,” ujarnya.

Pemberian Cindera Mata Oleh Gubernur Jatim Kepada Kepala Daerah Dengan Karya Bukunya.

Femmy berharap, kepada semua para guru untuk memberi contoh gemar membaca dan mendiskusikan dengan siswa. Sedangkan bagi umat Islam, kebiasaan membaca adalah perintah Al Qur’an, Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu pertama di Gua Hiro yang diperintahkan Allah melalui Malaikat Jibril adalah untuk membaca,” jelasnya, Minggu (22/12).

Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak mengatakan, mengutip paparan Mahfud MD, bahwa ilmu pengetahuan saat ini terobsesi rasionalisme padahal yang harus dilakukan adalah menerima rasionalitas tanpa terfokus pada rasionalisme.

“Dalam sejarah, ada yang tidak bisa dibutkikan secara kasat mata, hanya menggunakan ilmu yang dilandasi pada kombinasi rasionalitas dengan yang tidak kasat mata. Sehingga segala sesuatu itu, tidak salamanya bisa dinalarkan. Dan akhirnya manusia harus menyadari bahwa adanya Sang Pencipta,” ungkapnya.

Diketahui bahwa, dalam acara tersebut, dihadiri oleh Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak, Bupati Madiun H. Ahmad Dawami, Wali Kota Madiun, H. Maidi, dan Bupati Magetan, Suprawoto juga turut hadir dalam acara Simposium GLN.

Disela acara, juga dilakukan pemberian cindera mata literasi dari Kemenko PMK kepada Kepala Daerah Penggerak Literasi dengan 600 buku karya putra daerah se-Mataraman Jawa Timur, dengan penulis dari Kab. Magetan, Madiun, Pacitan, Ngawi dan Kota Madiun. Yakni diantaranya adalah, Bupati Madiun, Walikota Madiun, Bakorwil Madiun, dan Bupati Magetan. (Nung/Ren)

 705 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!