UA-163642268-1

Sindikat Pemalsu Hasil Swab Ilegal Berhasil Ditangkap Ditreskrimum Polda Jatim


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, berhasil bongkar sindikat pemalsu hasil Swab ilegal.

Tersangka berhasil memproduksi dan menjual sebanyak 600 lembar surat keterangan kesehatan covid palsu dalam kurun waktu 4 (Empat) bulan di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.

Dari informasi yang dihimpun Polda Jatim berhasil meringkus 5 (Lima) tersangka diantaranya, NH, (33) warga Jalan KH. Gasbullah Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, SG, (36) warga Jalan Pabean, Kelurahan Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, MZA, (22) warga Desa Pagerwojo, RT 17/ RW 04, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, IB, (51) warga Jalan Malik Ibrahim Kuwangsan RT 006/003 Sedati, Sidoarjo dan IF, (27) warga Jalan Petukangan Ampel, Surabaya.

“Kelima tersangka mempunyai peran masing-masing, dan para tersangka diamankan di Jalan by pass, Kecamatan Sedati, Sidoarjo,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, dalam Pers Realise di Mapolda Jatim, Selasa (11/5/2021) sore.

Baca Juga :  Kelurahan Mranggen Prioritaskan Pembangunan Prasasti Watu Gilang Tegal Turi

Dijelaskan Gatot Repli Handoko, tersangka NH berperan Pembuat surat keterangan dokter palsu (hasil rapid test swab antigen dan swab PCR). Sedangkan AF, berperan sebagai Pembuat/Pencetak surat keterangan dokter palsu. “Sedangkan tiga tersangka seperti, IB, SG dan MZA berperan membantu mencari korban sebagai pemesan surat keterangan sehat palsu tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto mengungkapkan, bahwa modus operandi yang dilakukan para tersangka, secara serentak bersama-sama memasarkan surat keterangan hasil Swab Antigen dan Swab PCR milik RS Sheila Medika, kepada pemesan tanpa dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga :  KAI Ubah Jadwal Operasi, KLB Jalan 2 Hari Sekali

“Pelaku sudah melakukan tindak pidana pemalsuan tersebut kurang lebih empat bulan, dan telah mencetak kurang lebih 600 (enam ratus) lembar surat keterangan sehat palsu,” ungkap Dirreskrimum Polda Jatim, Selasa (11/5).

Selain itu, para pelaku memalsukan surat hasil swab milik RS Sheila Medika yang beralamat di Jalan Letjen Wahono No. 77-79 bypass Juanda Baru, Sedati Gede, Sidoarjo, karena tersangka NH sebelumnya adalah karyawan (OB) di rumah sakit tersebut. “Tersangka NH diberhentikan 4 bulan lalu oleh RS Sheila Mediaka,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku yang berperan sebagai marketing (tersangka SG, MZA dan IB) membeli dari pembuat seharga Rp 100 ribu untuk surat keterangan hasil swab antigen, dan Rp 400 ribu untuk surat keterangan hasil swab PCR.

“Kemudian dijual oleh marketing kepada pemesan 200 ribu untuk hasil swab antigen, dan 650 ribu untuk hasil swab PCR. Para pemesan adalah para penumpang pesawat terbang dan penumpang travel,” bebernya.

Baca Juga :  Pemantauan Dan Pengawasan Satgas TMMD, Sekaligus Bercengkrama di MI Nurul Hasanain

Dari pengungkapan tersebut, barang bukti yang berhasil diamankan petugas diantaranya, uang  tunai Rp 600.000, dari tersangka NH. Sedangkan dari tersangka SG, polisi mengamankan uang Rp 600.000 dan 4 (empat) lembar hasil rapid test swab antigen yang sudah jadi beserta amplop, serta 1 (satu) bendel blangko kosong rapid test swab antigen dengan kop surat RS Sheila Medika beserta amplopnya.

“Kelima tersangka melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP Subsider Pasal 268 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara,” pungkasnya. (Redk)

 13,429 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!