Sosialisasi Perawatan Jenazah Beresiko Penyakit Menular, Desa Keras Kulon Gandeng Puskesmas Widodaren


ARYA-MEDIA, Ngawi – Sebagai langkah awal dalam merubah pola di masyarakat, Desa Keras Kulon mensosialisasikan tata cara perawatan jenazah (memandikan jenazah) yang beresiko dan mempunyai penyakit menular, seperti  HIV Aids, TBC dan lain-lainnya.

Acara yang digelar dipendopo Desa Keras Kulon, Kecamatan Gerih, Kab. Ngawi dihadiri oleh Kepala Desa Keras Kulo beserta seluruh perangkatnya, Kepala Puskesmas Widodaren Gerih yang di wakili oleh Suwanto Programer Penyakit HIV AIDS, Babinkamtibmas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta undangan sekitar 80 orang.

Sosialisasi Perawatan Jenazah Beresiko Dan Penyakit Menular tersebut, diberikan pemaparan dan penjelasan dalam hal memandikan jenazah yang beresiko terjangkit penyakit menular.

Baca Juga :  Terjadi Lagi..... Lakalantas Di Jalur Ngawi Maospati, Tewaskan 2 Orang Pelajar

Menurut keterangan Suwanto dari Puskesmas Widodaren Gerih mengatakan, bahwa dengan sosialisasi ini dapat memberikan pemaparan dan pemahaman bagi masyarakat, bagaimana cara mengantisipasi dalam menghadapi seseorang yang terjangkit penyakit menular. “Saya sangat apresiasi sekali khususnya kepada Desa Keras Kulon yang telah membuat ide dalam mensosialisasikan terkait penyakit menular. Dengan cara dapat memberikan pemahaman dalam merawat jenazah yang terjangkit penyakit tersebut, sekaligus memberikan pengalaman kepada warga, agar tahu apa yang harus dilakukan dalam menghadapi persoalan tersebut”, katanya.

Baca Juga :  MPP Magetan Segera Dibuka

“Karena selain memberikan pemaparan tata cara memandikan jenazah bagi yang beresiko dan penyakit menular, kami juga dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana cara mengantisipasi dan menghadapi orang yang mempunyai penyakit tersebut”, terang Suwanto.

Suwanto juga mengatakan bahwa, masih banyak masyarakat yang belum tau cara menghadapi orang yang terjangkit penyakit menular dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya virus HIV AIDS.

“Sosialisasi ini menjadi langkah positif untuk mendidik dan mengarahkan kepada mereka untuk berperan aktif dalam menghadapi penyakit tersebut. Sedikitnya mereka akan paham bahwa orang yang mengidap penyakit tersebut, tidak harus dijauhi dan dikucilkan”, jelas Suwanto kepada Arya-Media (6/11).

Baca Juga :  Tim Kesehatan Setia Dampingi Satgas TMMD 104 Di Desa Poncol

Hal senada juga diungkapkan olek Jamari ketua TPK Desa Keras Kulon mengungkapkan, “Minimal warga tau bagaimana cara menghadapi orang atau jenazah yang berpenyakit tersebut”, Ungkapnya.

“Selain diberikan arahan dan pemahaman kepada warga, nantinya juga akan diberikan materi (Penyakit Menular red) yang akan disebarkan kepada masyarakat. Agar banyak warga yang tahu dan mengerti bagaimana cara menghadapi penyakit tersebut, sekaligus meminimalisir penyebaran virus penyakit yang mematikan tersebut”, tutup Jamari. (ren/redk)

 1,561 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!