UA-163642268-1

Sosialisasi PTSL 2019, Desa Keras Kulon Targetkan 1000 Bidang Tanah Sistem Lengkap


ARYA-MEDIA, Ngawi – Pemerintah Desa (Pemdes) Keras Kulon, Kec. Gerih, Ngawi, bersama BPN Kab. Ngawi, akhirnya menggelar sosialisasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun anggaran 2019, dalam memenuhi kebutuhan hak atas tanah bagi masyarakat, di Pendopo Kantor Desa Keras Kulon, Kamis (11/4/2019).

Sesuai arahan Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor: 25/SKB/V/2017, Nomor: 590-3167A Tahun 2017, Nomor: 34 Tahun 2017 tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis.

“Sesuai arahan sosialisasi dari BPN, bahwa PTSL di Desa Keras Kulon, kesepakatan awal dari panitia, untuk sementara menarik biaya Rp 150 ribu perbidang. Kita ngikuti aturan yang disampekan dari BPN aja”, Kata Jariyatun, SE. Kepala Desa Keras Kulon, Kec. Gerih, Kab. Ngawi, (11/4).

Baca Juga :  Uji Coba New Normal Jadi Dilema Pekerja Seni di Magetan

Kades menjelaskan, Pemerintah Desa hanya memfasilitasi agar program tersebut dapat berjalan dengan lancar. Sedangkan biaya proses pembuatan sertifikat (PTSL) dilakukan secara bertahap sesuai kesepakatan awal dari panitia yakni Rp. 150 ribu. “Sementara, panitia masih memberlakukan biaya PTSL sebesar Rp. 150 ribu per bidang. Apabila dikemudian hari terjadi over load dari perkiraan (tidak mencukupi), maka akan dilakukan musyawarah lagi bersama warga secara mufakat,” terangnya.

Baca Juga :  Musrenbangdes Tahun 2021, Desa Banjarejo Prioritaskan Pembangunan Fisik di 3 Titik

Jariyatun mengaku, untuk awal pendaftaran PTSL di Desa Keras kulon, sebanyak kurang lebih 400 bidang. “Untul awal pembukaan pendaftaran, kurang ebih 400 bidang tanah yang didaftarkan warga,” ungkapnya kepada Arya-Media.

Namun Jariyatun menyakini bahwa pencapaian target dari BPN sebanyak 1000 bidang tanah, bakal tercapai bagi wilayah Desanya. “Untuk K1 saja sekitar 400 an, belum yang lainnya. Saya yakin akan banyak warga yang ingin mendaftar, karena ini demi kepentingan mereka juga dalam memenuhi kebutuhan hak atas tanah bagi masyarakat,’ ucap sang Kades.

Baca Juga :  Launching Bulan Depan, PSDKU UNESA Segera Hadir di Magetan

Terpisah, saat dikonfirmasi kepada Maryono dari BPN kabupaten Ngawi menuturkan, penyelenggaraan PTSL tersebut, sudah disesuaikan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Meneteri. Bahwa pembiayaan program PTSL, pihak BPN hanya menarik biaya sebesar Rp. 150 ribu.

“Biaya tersebut, untuk pembelian patok dan kebutuhan lain-lainnya. Terkait biaya tambahan selain Rp.150 ribu, itu diluar ketentuan BPN. Semuanya tergantung pihak Desa masing-masing, sesuai kesepakatan bersama warganya,” pungkasnya. (ren/adv)

 

 1,304 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!