Sri Sultan Hamengkubuwono (X) Hadiri Pagelaran Muhibah Budaya Magetan Kumandang 2018


ARYA MEDIA, Magetan – Dalam rangka melestarikan kebudayaan Jawa Timur, yang berketapatan dengan Hari Kartini, Pendopo Kabupaten Magetan hari ini kedatangan tamu istimewa, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, pada hari Sabtu (21/4/2018) sekitar pukul 20.00 Wib.

Kedatangan Raja ke sepuluh dari Yogjakarta ini tak lain adalah, mengikuti penyelenggaraan Muhibah Budaya Magetan Kumandang 2018. Karena Magetan merupakan bagian dari wilayah mataraman, sehingga harus tetap dilestarikan keberadaannya.

Sri sultan hadir bersama rombongan disambut langsung oleh Bupati Magetan Sumantri di Pendopo Surya Graha, jalan Basuki Rahmat Selatan, Kabupaten Magetan.

Baca Juga :  Dugaan Sementara Terjadinya Banjir Di Tol Madiun

Beberapa agenda bertajuk budaya digelar untuk menyambut kedatangannya, dengan puncak acara diselenggarakannya pagelaran wayang kulit semalaman suntuk. Sebelum itu tamu undangan disuguhkan pagelaran Tari Bedoyo yg di tampilkan oleh 9 formasi penari, yang salah satunya merupakan putri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Kanjeng Ratu Condro Kirono.

Tarian ini merupakan ciptaan Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang brcerita tentang “Ken Arok dan Ken Dedes”. Muhibah budaya ini dihadiri oleh gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta ibu, Pejabat Pemerintahan DIY, Perwakilan Gubernur Jatim, Kepala Dinas Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Prov Jatim, Dr. H. Djarianto, MSi, Bupati Magetan Sumantri Beserta Ibu, Wakil Bupati Samsi beserta Ibu, Bupati dan Walikota se Karisidenan Madiun, Forkopimda dan OPD Kabupaten Mgetan.

Baca Juga :  Mantan Residivis Bapak dan Anak Asal Jombang Ditangkap Polisi

Sri Sultan mengatakan dalam sambutannya, dengan diselenggarakannya Muhibah Budaya ini dapat membangun komunikasi dan silaturahmi antar Wilayah, khususnya Mataraman.

“Ini adalah seni tari asli dari jawa yang saya cipatakan ketika Sri Sultan Hamengkubuwono IX mangkat”, tutur Sultan.

Sri ultan juga berharap, “walaupun peta Jogya sudah diubah menjadi DIY oleh penjajah Gubernur Jendral Raffles, namun hal itu tidak bisa melunturkan identitas jawa etnik, yaitu satu bangsa, sehingga dapat mengembalikan jati diri dalam potensi daya saing berbangsa dan bernegara”, ungkapnya. (Andh/Redk)

 838 total views,  7 views today

Baca Juga :  Patroli Gabungan, Aparat TNI/Polri Bubarkan Warga di Tempat Keramaian


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!