google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Staf Kepresidenan : Program Sustainable Membedakan Organisasi, FKPRM Jatim Sambut Positif


ARYA-MEDIA | Surabaya – Organisasi atau perkumpulan yang bergerak di bidang apapun juga, akan berbeda dan dinilai oleh siapapun juga berdasarkan pada program sustainable (berkelanjutan).

Demikian ditegaskan, Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Doktor Ali Mochtar Ngabalin, ketika menjadi key note speaker (pembicara utama) pada acara diskusi publik berkenaan HUT IPJI (Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia) ke-21 melalui jaringan jarak jauh (webinar).

Ngabalin yang masih di Istana Kepresidenan, saat HUT IPJI ke-21 menilai bahwa siapa saja dan dimana saja, setiap warga negara yang berserikat kemudian mempunyai visi dan misi yang sama membentuk wadah perkumpulan, akan diberi kesempatan oleh Negara. Selanjutnya tentang bagaimana maju mundurnya perkumpulan tersebut, tergantung pada programnya.

“Program yang sustainable lah yang selalu di nanti masyarakat,” ujar Doktor Ali Mochtar Ngabalin, Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Sabtu (31/10).

Ditambahkan Ngabalin, sapaan akrab putra kelahiran provinsi Papua ini, bahwa ada 5 indikator yang sangat mempengaruhi berjalannya sebuah organisasi. “Pertama, kekuatan organisasi terletak pada muatan Tuhan, kedua kemampuan menyerap pengetahuan, ketiga adanya culture yang bagus, keempat menguasai teknologi sehingga tantangan-tantangan menjadi peluang dan menyiapkan generasi mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua FKPRM (Forum Komunikasi Pemimpin Redaksi Media) di Jawa Timur, Agung Santoso, yang hadir dalam webinar tersebut, menyambut positif statement dari staf kepresidenan.

“Statement dari Pak Ngabalin tentang bagaimana mengelola organisasi atau perkumpulan bisa dijadikan rujukan. Karena memang harus begitu, rela terhadap jabatan dan menjadi pengurus di sebuah organisasi, maka harus rela dengan apapun yang timbul. Artinya harus muncul program supaya ada jati diri organisasi,” jelas Agung, (31/10).

Selain iyu, FKPRM Jawa Timur, memiliki jatidiri yang independen, tidak di atur dan tidak mengatur. “Tapi selalu memberi masukkan sesuatu yang perlu, dan diberi pola pikir berdasarkan kajian,” pungkasnya. (Redk)

 1,489 total views,  8 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!