UA-163642268-1

Sudah Ditetapkan : Beberapa Titik Penyekatan Larangan Mudik di Wilayah Jawa Timur


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Forkopimda Jawa Timur, resmi menetapkan 7 (tujuh) titik 8 (delapan) rayon jalur penyekatan, untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H, sesuai Imendagri nomor 9 tahun 2021 tentang Larangan Mudik dari Pemerintah Pusat.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, usai melakukan rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda dengan beberapa Mentri RI secara Virtual, di gedung Rupatama Mapolda Jatim, Rabu (21/4/2021).

Gubernur Khofifah mengatakan, proses-proses yang sudah dilakukan mulai dari surat-surat edaran, baik dari BNPB maupun dari Kemendagri dan Kementerian Perhubungan, tentang larangan mudik sudah disebar seluruh Jawa Timur.

Baca Juga :  Rekruitmen CPNS dan PPPK di Jatim Telah Dibuka

“Semuanya dibreakdown sangat detail untuk titik-titik penyekatan. Mulai dari Cikampek terutama KM 66, kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga sampai Jawa Timur,” kata Gubernur, dengan didampingi Pangdam dan Kapolda, Rabu (21/4).

Khofifah menjelaskan, bahwa Jawa Timur memiliki 7 titik penyekatan utama untuk perbatasan. Diantaranya, Jalur Tol Ngawi – Solo, jalur Arteri Ngawi berbatasan dengan Sragen, Banyuwangi berbatasan dengan Bali, Magetan perbatasan dengan Karanganyar, Tuban berbatasan dengan Rembang, Pacitan perbatasan dengan Wonogiri, dan Bojonegoro berbatasan dengan Cepu. “Jadi ada titik-titik yang kita lakukan penyekatan secara detail disitu,” jelasnya.

Baca Juga :  Karena Depresi, Kakek 76 Tahun Tewas Gantung Diri

Gubernur menghimbau, kepada seluruh masyarkat Jawa Timur khususnya bagi masyarakat perantau, untuk bisa memahami kondisi Pandemi saat ini, dan jangan nekad mudik, sesuai yang tertera dalam Imendagri nomor 9 tahun 2021 tentang larangan mudik.

“Sesuai Imendagri nomor 9 tahun 2021 tersebut, ada klausul dimana kalau ada yang kemudian nekat melakukan mudik, maka antara lain mereka akan dikarantina 5 x 24 hari, dengan biaya karantina atas mereka sendiri (pemudik red),” papar Gubernur Jatim, dikutib dari Radar Bangsa melalui News Room Siberindo.

Baca Juga :  JKF 2019 Sukses di Magetan, Ditutup Sekjen Kementrian Kominfo RI Dengan Wayang Kulit

Hal yang tidak diinginkan, adalah bahwa saat ini penyebaran covid-19 belum berhenti. Khofifah menyebut, sesuai data yang disampaikan Polri bahwa terdapat 48,3% lansia berpotensi kemungkinan meninggal jika terkonfirmasi Covid.

“Data yang disampaikan oleh Bapak Kapolri tadi cukup tinggi, korban akibat terpapar Covid-19, yang dialami oleh para lansia. Jadi kalau kita sayang kepada pinisepuh di keluarga kita, maka tolong jaga juga kesehatan mereka dan mereka juga harus mendapatkan perlindungan dari kita semua,” Pungkasnya. (Redk)

 383 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!