UA-163642268-1

Surati Gubernur, Satpol PP Minta Pemprov Bongkar Warem Maospati


ARYA-MEDIA, Magetan – Masalah penyalahgunaan warung kopi yang menjadi warem, dengan kategori sebagai tempat maksiat, bertempat di Jalan Raya Maospati-Ngawi, Desa Malang, Kec. Maospati, Kab. Malang, bakal terus berlanjut.

Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kab. Magetan menjelaskan, Pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Pasalnya, wewenang Satpol PP Propinsi selaku pelaksanaan pembokaran merupakan wilayah yudikatif Propinsi Jatim.

“Warem yang berada di Desa Malang pasti kami tindak lanjuti. Sementara ini, Pemkab masih berkoordinasi dengan Satpol PP Propinsi, karena wewenang penuh dari Pemprov Jawa Timur”, Kata Chanif Tri Wahyudi, Kasat Pol PP, dan Damkar Kab. Magetan, saat ditemui di ruangannya, Selasa (9/4/2019).

Baca Juga :  Kedatangan Gubernur Jatim Bakal Disambut Ikatan Pemuda Kediri
Sudah Tutup : Lokasi Warem (Karaoke), Di Jalan Raya Masopati – Ngawi, Desa Malang, Kec. Maospati, Kab. Magetan.

Untuk mempercepat penyelesaian masalah tersebut, Satpol PP Magetan akan melayangkan surat langsung ke Gubernur Jawa Timur. “Hari ini drafnya sudah saya buat, setelah mendapat rekomendasi dari Pak Bupati, akan segera kami kirimkan. Targetnya sebelum puasa sudah dilakukan pembongkaran, tunggu saja tanggal mainnya”, jelas Chanif, kepada Arya-Media.

Baca Juga :  Agenda Rutin Tahunan, Musrenbang Kecamatan Karas Tahun 2020

Ditempat berbeda, Bupati Magetan Suprawoto, mengamini terkait pembongkaran tersebut. “Sesuai laporan dari Satpol PP Magetan, untuk pembokaran adalah wewemang Pemprov Jatim. Yang jelas masalah ini harus ditindak lanjuti,“ tuturnya, Rabu (10/4).

Menurutnya, apabila keberadaan warem tersebut telah meresahkan masyarakat, harus segera ditindak lanjuti. “Karena itu kewenangan Satpol PP Pemprov Jatim, kita masih koordinasikan cara pembongkarannya. Kalau memang harus mengirim surat ke Gubernur, ya harus ditindak lanjuti”, tandas Bupati.

Baca Juga :  Polisi Temukan 9 Selongsong Peluru Jenis FN Dilokasi Penembakan Letkol Dono

Diberitahukan bahwa, setelah estimasi 3 hari dari Sapol PP Magetan, akhirnya pemilik warem di Desa malang sudah melakukan penutupan secara mandiri. Sedangkan pihak Pemererintah Desa (Pemdes) Malang, Kec. Maospati, menginginkan pembongkaran terhadap warem karaoke yang telah meresahkan warganya tersebut. Karena selain beralih fungsi menjadi tempat maksiat, warem yang pernah disegel tersebut, sudah menjadi tempat kambuhan untuk terbuka kembali. (ren)

 706 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!