Tahapan Rencana Kerja Masyarakat, 5 Desa Wilayah Magetan Tercover PAMSIMAS 2020


ARYA-MEDIA, Magetan – Pemenuhan kebutuhan dasar air minum dan sanitasi bagi masyarakat perdesaan merupakan kebijakan utama Pemerintah untuk mempercepat peningkatan dan pendistribusian kesejahteraan khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dalah salah satu program unggulan Pemerintah yang berorientasi kepada pemberdayaan masyarakat agar mampu secara mandiri dalam menyediakan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan.

Upaya tersebut, terus digencarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Runag (PUPR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan,,melalui bidang Cipta Karya dengan menyasar 5 titik lokasi di wilayah Kabupaten Magetan pada tahun 2020 saat ini.

“Tahun ini, sesuai dengan tahapan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) terdapat 5 titik lokasi yang akan diberikan program PAMSIMAS,” kata Kepala Dinas PUPR Magetan Hergunadi, melalui Rokhmat Zainuddin, selaku Plt Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya PUPR Kabupaten Magetan. Rabu (11/03/2020).

Rokhmat menjelaskan, lima (5) lokasi yang masuk dalam tahapan RKM di tahun 2020 meliputi 5 desa yang terbagi pada empat kecamatan di wilayahah Kabupaten Magetan. “Ada 5 desa yang akan dibangun PAMSIMAS, yakni Desa Sobontoro Kecamatan Karas, Desa Banjarejo Panekan, Desa Nguri Lembeyan, Desa Kediren Lembeyan, dan Desa Mategal Kecamatan Parang,” jelasnya.

Selain itu, sebagai pembiayaan anggaran, Pemkab Magetan menyediakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar 20% dengan total nominal anggaran sebesar Rp. 250.000.000,00-.

“Sumber dana lainnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 80 persen. Sedangkan total anggaran untuk kelima titik lokasi tersebut, kurang lebih Rp 1 Milliar,” ungkap Plt Kabid Cipta Karya PUPR Magetan, Rabu (11/03).

Lebih lanjut Rokhmat mengatakan, karena program PAMSIMAS merupakan salah satu kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman berbasis masyarakat, maka pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan peran masyarakat sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah untuk pengelolaan pelayanan air minum dan sanitasi di kawasan perdesaan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Pengerjaannya dilakukan secara swadaya dengan didampingi tim fasilitator, mulai dari teknis penggaran hingga sampai pembangunan, akan melibatkan warga setempat sebagai pemberdayaan masyarakat kedepannya,” pungkasnya. (Ren)

 1,118 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!