Tak Mau Kalah Dengan Kecamatan, Desa Bulusari Gelar Karnaval Pawai Budaya


ARYA-MEDIA, Kediri – Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, menggelar karnaval pawai budaya yang rutin diadakan setiap memperingati Hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74, Minggu (1/9/2019).

Warga Bulusari, dengan kompak berdatangan dari 6 Dusun yaitu Gunung Butak, Selang, Bulusari, Krajan, Pojok, Bulusari Utara, dan Bulusari Selatan. Sekitar 1500 peserta, terdiri dari 36 regu dari anak anak usia di hingga dewasa, telah berpartisipasi ikut andil didalam merayakan HUT RI di Desa tersebut.

Menariknya lagi, tiga grup penganut agama/kepercaya di Desa Bulusari, masing-masing memperlihatkan jatidirinya dengan nuansa Islam, Kresten, dan Hindu. Akan tetapi, semuanya tetap saling menjaga satu dengan yang lain tentang kerukunan bermasyarakat, sehingga menambah keindahan kehidupan di desa itu sendiri.

Muchammad Wisuguh (tengah), Kepala Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kab Kediri.

Yang tak kalah hebatnya, dalam kemeriahan acara karnaval di Desa tersebut, tidak kalah dengan karnaval di tingkat Kecamatan, yang notabennya didukung oleh beberapa desa. “Alhamdulillah, di Bulusari karnavalnya bisa lebih ramai dan kompak, dibandingkan dengan Kecamatan Tarokan, padahal ditingkat kecamatan didukung banyak desa,” ungkap Muchamad Wisuguh, Kepala Desa (Kades) Desa Bulusari, (1/9).

Kades juga menjelaskan, selain karnaval masih ada hiburan lainnya yaitu pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada tanggal (11/9). “Semalam suntuk akan digelar di Balai Desa, sedangkan pada tanggal 18 September mendatang juga digelar wayang kulit semalam suntuk dengan dalang dari jawa tengah,” jelasnya.

Selain itu, program tahun depan untuk Desa Bulusari akan terus melakukan pembangunan sebagai penunjang perekonomian dan insfrastruktur yang ada di Desa. “Untuk pembangunan masih terus berjalan dengan lancar, karena kita selalu mengalokasikan segelintir dana dari Pemerintah untuk perbaikan ekonomi dan inpratruktur, agar Desa Bulusari menjadi Maju dan Mandiri,” pungkasnya. (Murya)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *