UA-163642268-1

Tanggapan Polri Terkait Kasus Lempar Pabrik Rokok NTB, Upaya Mediasi 9 Kali Selalu Gagal


ARYA-MEDIA | JAKARTA- Kasus pelemparan gudang rokok yang dilakukan 4 orang ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menuai polemik. Banyak pihak yang menyayangkan penahanan terhadap 4 IRT. Bahkan, dua balita juga ikut ditahan lantaran masih membutuhkan ASI oleh ibunya.

Hal itu ditanggapi Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan bahwa, Polri melalui Kapolres Lombok Tengah telah melakukan upaya mediasi sebanyak 9 kali. Namun, mediasi tersebut tidak berhasil.

“Telah dilakukan mediasi sebanyak 9 kali oleh Kapolres Lombok Tengah namun tidak berhasil,” kata Argo, saat Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga :  Pelajar di Ngawi Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Dijelaskan Argo, berkas perkara kasus tersebut sudah lengkap (P21) sejak tanggal 3 Februari 2021. Pada (16/2) kemarin, dilakukan tahap kedua penyerahan tersangka dan barang bukti kepada kejaksaan.

“Selama proses penyidikan para tersangka tidak ditahan,” jelas Argo.

Sementara itu, Polri sudah melakukan koordinasi dengan Kajari dan Ketua PN Lombok Tengah untuk melakukan sidang secara virtual dan kelanjutan vonis sidang ke depan. “Kita lihat perkembangan lebih lanjut,” tandas Kadiv Humas Polri.

Baca Juga :  Nyadranan Girikerto Music Camp, Sebagai Wujud Promosi Destinasi Wisata Di Ngawi

Sebagai informasi, kejadian bermula pada 1 Agustus 2020, Warga Dusun Eat Nyiur Desa Wajageseng Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan penolakan beroperasinya UD. Mawar Putra karena dianggap aroma bahan kimia yang digunakan sangat menyengat, sehingga berpotensi menimbulkan sesak nafas, batuk dan penyakit lainnya yang membahayakan kesehatan warga.

Warga pun juga meminta agar UD Mawar Putra ditutup karena menyebabkan polusi udara dan terganggunya kesehatan warga Dusun Eyat Nyiur. Selain itu, apabila tidak dipenuhi warga akan melakukan aksi unras (unjuk rasa).

Baca Juga :  Polres Magetan Gelar Syukuran HUT Ke-73 Bhayangkara Di Koramil Kawedanan

Pada tanggal 10 Agustus 2020, pihak UD Mawar Putra membuat surat pengaduan ke Polsek Kopang tentang dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan, yaitu dilemparinya atap rumah pimpinan UD Mawar Putra, Suardi oleh warga.

Hingga saat ini, Polisi masih melakukan proses mediasi mulai tingkat Polsek sampai Polres Lombok Tengah, namun lagi-lagi tidak menemukan jalan tengah atau gagal. Adapun total mediasi yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian sebanyak 9 kali. (Redk)

 372 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!