Tanggapan DLH Terhadap Penyamak Kulit Di Mojopurno Bila Berdampak Pada Lingkungan


ARYA-MEDIA, Magetan – Beredar kabar di media terkait penyamaan kulit di Mojopurno, tepatnya di Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, masih terus merembet. Pasalnya, selain dampak positif banyak juga dampak negatif yang akan ditimbulkan dari proses penyamaan kulit yang masih terbilang home industri tersebut.

Menurut data yang dihimpun awak media, terlihat limbah hasil pengolahan penyamaan kulit akibat dari produksi yang dihasilkan dari industri tersebut, terdapat limbah yang dibuang ke aliran sungai dengan warna hitam pekat dan berbau. Menyikapi hal tersebut, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dihasilkan berbahaya atau tidak, masih perlu dilakukan tindakan persuasif agar limbah tersebut tidak menimbulkan efek berbahaya yang bisa berdampak kepada lingkungan sekitarnya.

Baca Juga :  Tolak RUU KPK dan KUHP, Gabungan Mahasiswa Magetan Gelar Aksi Demo

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Desa (Kades) Mojopurno Rusdin mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, agar memberikan pendampingan kepada pelaku industri terkait penyamaan kulit yang dimiliki warganya.

Saif Muchlissun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan.

“Saya sudah koordinasi ke Pemkab Magetan. Bahkan saat itu bersama Pak Bupati, untuk membahas masalah ini”, kata Rusdin, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga :  Stimulus Baru Disparbud Magetan, Promosi Wisata 'Table Top Travel Mart 2020'

Rusdin menjelaskan, upaya Pemdes Mojopurno agar Pemkab Magetan dapat menjebatani para penyamak kulit, khususnya dampak lingkungan, serta rencana kedepan bagi pelaku industri yang ada di Desa Mojopurno agar dapat tertata mejadi kawasan industri berbasis kulit sebagai icon Magetan. “Harapannya, Pemkab Magetan dapat menjembatani dan mengakomodir para pelaku industri yang ada di Desa, agar dapat tertata sekaligus pengolahan IPAL dari dampak lingkungan yang terjadi”, jelasnya kepada Arya-Media.

Ditempat berbeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Magetan, Saif Muchlissun menindak lanjuti akibat terdampak dari penyamaan kulit yang berada di Desa Mojopurno. “Kami akan tindak lanjuti mas terkait hal itu, nanti akan kami lakukan pengecekan terhadap limbah yang dikeluakan. Berbahaya atau tidak kita cek dulu”, terangnya, (10/1).

Baca Juga :  Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Menyebabkan Pohon Tumbang Dan 1 Unit Mobil Rusak Berat

Muchlis juga menegaskan, “Apabila limbah tersebut mengandung zat berbahaya, kami akan lakukan tindakan prefentif dulu, yaitu memberikan peringatan. Dan kalau memang dalam peringatan pertama dan seterusnya tidak diendahkan, mungkin bisa dilakukan penutupan”, tegasnya.

“Pastinya, kami akan segera lakukan pengecekan terlebih dahulu, nanti kita tunggu hasil Laboratorium berbahaya atau sebaliknya”, pungkas Muchlis. (ren)

 1,241 total views,  13 views today


2 thoughts on “Tanggapan DLH Terhadap Penyamak Kulit Di Mojopurno Bila Berdampak Pada Lingkungan

  • 11/01/2019 at 17:07
    Permalink

    Emangnya selama ini tidak atau belum ada upaya pengecekan dari DLH? kalau benar benar belum ada tindakan…aneh sekali rasanya.
    Mengapa demikian…? karena bermacam bentuk protes sudah dilakukan saudara
    saudara pemerhati lingkungan.
    Namun kesannya dinas ini mandul.
    Sampai saya juga berkali kali diunfang untuk RDP di kantor dewan dan pernah diundang dg team dr ITS di kantor DLH tapi gak ada jalan keluar yg jelas.
    Hanya oknum yg meng-LSM-kan dirinya saja yg justru seolah “dijadiakn benteng” perlindungan yg sangat tidak rasional.

    Reply
  • Pingback: Belum Ada Kejelasan, Penyamak Kulit Dengan DLH Magetan Saling Menyalahkan - |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!