Tangkis Hoax di Medsos, Bupati Magetan Kunjungi Kementrian Kominfo


ARYA-MEDIA, Jakarta – Sebagai upaya Pemkab Magetan menangkis informasi hoax yang tersebar di Media Sosial (Medsos), Bupati Suprawoto didampingi beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Magetan, mengunjungi Kementrian Kominfo di Jakarta. Tepatnya di Jl.Medan Merdeka Barat No.9 Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Kunjungan Bupati Suprawoto, tentunya menjadi reuni kecil bagi beberapa staff yang sebelumnya Bupati Magetan menjabat sebagai Sekjen di Kementrian Kominfo Jakarta. Sembari tegur sapa, rombongan Bupati Suprawoto disambut langsung Sekjen Kementrian Kominfo, Niken Widiastuti bersama Fernandus Setu selaku Plt. Kepala Biro Humas Kementrian Kominfo Jakarta.

Selanjutnya, Bupati Suprawoto beserta rombongan diajak ke ruangan Automatic Identification System (AIS) untuk melihat security sistem pengamanan Negara Indonesia dalam menangkis Hoax.

Jalur Aduan Dari Kementrian Kominfo. (Foto by Humas Magetan)

”Ini adalah ruangan utama Security Operations Center untuk menfilter semua ancaman dunia maya. Dari sini pula, kami dapat melacak semua akun nitizen di media sosial. Walaupun mereka memakai identitas palsu, kami bisa melacaknya,” kata Fernandus Setu, Plt Kepala Biro Humas Kementrian Kominfo.

Fernandus atau dikenal dengan sapaan Nando juga mengatakan, Pemkab Magetan diminta untuk kosentrasi dalam Pembangunan Daerah saja. Untuk mengatasi akun jahil yang diseterukan di medsos, pihaknya meyerukan kepada Bupati Magetan agar berkoordinasi langsung dengan Tim Kementrian Kominfo pusat.

”Terkait akun-akun penyebar Hoax di medsos, serahkan saja kepada kami. Dan Kominfo akan mengambil tindakan, bila perlu sampai ke proses hukum,” tegas Plt Kepala Biro Humas Kementrian Kominfo di Jakrta.

Sementara itu, Bupati Magetan Suprawoto mengaku kecanggihan teknologi AIS dapat dengan mudah mengungkap identitas nitizen dalam menghadapi hoax di Indonesia. “Saya berharap, nitizen dapat memanfaatkan Media sosial dengan baik, agar tidak terjerat masalah hukum. Karena medsos diciptakan untuk kebaikan, jadi gunakanlah untuk kebaikan, karena jejak digital akan selalu abadi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suprawoto menghimbau, terkait ancaman hoax adalah menjadi bagian Kementrian Kominfo dalam pengamanan Negara. Maka dari itu, jadilah Warga Negara Indonesia yang baik, untuk tidak ikut menyebarkan Hoax. ”Saya berharap warga Magetan tidak ikut menyebar Hoax, karena Kominfo sangat mudah untuk melacaknya,” jelasnya. (Ren/Hms)

 1,316 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!