UA-163642268-1

Tas Misterius Diledakkan Tim Jihandak Polda Jatim


ARYA-MEDIA | KEDIRI – Tas misterius berwarna hitam yang diduga berisi bom, membuat geger masyarakat Kota Kediri Jawa Timur. Meski sempat membuat panik seisi penghuni Gedung DPRD Kota Kediri, tas hitam misterius yang ditemukan di halaman gedung wakil rakyat tersebut, akhirnya terurai sudah.

Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Jawa Timur, memutuskan untuk meledakkan tas misterius yang diduga berisi bahan peledak. Selanjutnya, suara ledakan keras terdengar dua kali dari halaman kantor DPRD, namun petugas tidak menemukan adanya bahan peledak pada serpihan tas misterius tersebut.

“Hasilnya tidak ditemukan bahan peledak sama sekali,” kata Kapolresta Kediri, AKBP Eko Prasetyo, Senin (12/4/2021).

Baca Juga :  Polresta Sidoarjo Beri Jaminan Keamanan Mahasiswa Papua

Dikutib dari News Room JatimSiberindo.Co, Kapolresta Kediri memastikan, jika isi tas tersebut hanyalah batu bata. Meskipun sebelumnya informasi menyebut adanya kabel dan baterei serta terdapat gulungan kertas.

“Polis akan menyelidiki pelaku yang meletakkan tas tersebut. Dan sejumlah kamera pengawas (CCTV), telah diamankan untuk mencari tahu identitas pelaku,” jelas Kapolresta Eko Prasetyo.

Baca Juga :  Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Warga Keluhkan Pusing dan Muntaber

Akibat kejadian itu, Polisi meminta kepada masyarakat untuk tidak panik dan takut atas insiden tersebut. “Kami bersama Pak Dandim memastikan keamanan bagi masyarakat selama melaksanaan ibadah puasa ramadhan,” tegasnya.

Sebagai informasi, penemuan tas berwarna hitam tersebut ditemukan pertama kali oleh petugas keamanan DPRD Kediri. Usai sholat subuh, satpam yang bertugas melihat tas misterius tergeletak di dekat pagar halaman kantor DPRD. Karena mencurigakan, satpam yang bernama Ashrofi itu melaporkan ke Polresta Kediri untuk ditindaklanjuti. (Redk)

 612 total views,  2 views today

Baca Juga :  Pengedar Sabu Di Banyuwangi Dibekuk Polisi


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!