UA-163642268-1

Terduga Pelaku Ujaran Kebencian Terhadap Gus Miftah Ditangkap Polisi


ARYA-MEDIA | TRENGGALEK – Kepolisian Resort (Polres) Trenggalek Jawa Timur, mengamankan seorang pemuda yang diduga kuat telah melakukan tindak pidana hate speech atau ujaran kebencian terhadap Gus Miftah melalui akun media sosial (Medsos) Instagram. Ulah pemuda berinisial (H) ini, sempat viral di Media Sosial (Medsos) beberapa waktu lalu, telah menarik perhatian kalayak umum dengan 7.149 komentar dan 431.996 tayang.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si., menjelaskan dalam keterangan persnya, bahwa terduga pelaku yang berasal dari warga desa Ngrambingan Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, diamankan oleh jajaran Satreskrim bekerjasama dengan Polsek Panggul.

“Iya benar, yang bersangkutan sudah kita amankan dan saat ini dalam proses pemeriksaan lebih lanjut” Ungkap AKBP Doni.

Baca Juga :  Naikkan Popularitas Wisata Di Magetan, Bupati Suprawoto Ngevlog Bersama Isa Bajai Dan Bajindul

Doni mengatakan, berawal dari patroli siber oleh jajarannya, telah menemukan postingan akun Instagram @Mokooku, yang mengomentari postingan akun Instagram @gusmiftah dengan kata-kata “Koe ojo dakwah kowe asu idu kyai… Tak piles ndasmu lek ora leren (Kamu jangan dakwah kamu anjing bukan kyai. Ku injak kepalamu kalau tidak berhenti),” Terangnya.

Selain itu, diduga pelaku juga kembali mengunggah sebuah video di Snapgram atau status Instagram yang dengan kalimat “Miftah gendeng ali gondrong sak kanca – kancane kui jahula. Matamu pora yo podo nyawang kyai kui piye cok (Miftah gila dan gondrong, teman- temannya itu jahula. Matamu apa tidak melihat kalau kyai itu bagaimana cok),” ujar Doni mengutip keterangan dari pelaku di Medsos.

Baca Juga :  Tunas Agro Persada Idaman Petani Indonesia, Pepaya Cikita Banyak Permintaan

Sementara petugas melakukan profiling terhadap terduga pelaku yang belakangan diketahui merupakan warga Kabupaten Trenggalek, dan berhasil mengamankan dirumahnya tanpa perlawanan.

Atas peristiwa tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa sebuah smartphone. ‘Terduga pelaku dikenakan dengan Pasal 45 ayat (3) UURI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan ancaman hukuman selama-lamanya 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 750 juta,” tegas Kapolres. (Redk)

 315 total views,  2 views today

Baca Juga :  Debt Collector Beraksi Dijalan Dibekuk Polisi


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!