UA-163642268-1

Tergiur Permainan Bitcoin, 4 Tetsangka Pembobol Kartu Kredit Ditangkap Polisi


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, mengamankan 4 orang pemuda HTS, AD, RH dan RS, karena telah melakukan tindak pidana pembobolan kartu kredit untuk bermain bitcoin atau uang elektronik.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, empat orang tersebut memiliki peran berbeda-beda. HTS, berperan sebagai koordinator dan penampung data, AD sebagai eksekutor yang mengolah data yang dikirim ke HTS, dan RH yang bertugas mencari data kartu kredit.

“Kemudian tersangka RS yang bertugas sebagai penyedia Akun Paxful atau data milik orang lain,” ujar Gatot, dalam konferensi Pers di Mapolda Jatim, Selasa (08/06/2021).

Baca Juga :  Bupati Magetan Launching ADM ke-3

Wadirkrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham juga menjelaskan, bahwa HTS selaku koordinator bertindak menampung akun credit card, yang diolah untuk dibelikan crypto atau bitcoin.

“Kartu kredit ini mereka olah dulu di paxful, tersangka lain beraksi manipulasi akun paxful orang lain. Kemudian akun paxful dikirimkan ke HTS untuk diolah, setelah memiliki nilai ekonomis kemudian dibelikan bitcoin untuk kepentingan pribadi,” ungkap Farman kepada awak media.

Baca Juga :  Tindak Pidana Korupsi Kades Sempol Di Vonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Selain itu, pelaku sudah melakukan asksinya selama 1 tahun, dengan keuntangan yang diterima HTS sebesar 300 jutaan. Farman menyebut pihaknya telah mengantongi beberapa nama yang saat ini sedang berada di luar kota sebagai lidik pengembangan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan amankan 3 orang pelaku, inisialnya sudah ada dan mudah-mudahan berkembang,” tandasnya.

Sementara itu, korban dari kasus pembobolan tersebut sebagian besar adalah warga negara asing. Hasil keuntungan ini digubakan untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga :  Petugas Gabungan Berhasil Mengamanakan 6 Pasangan Bukan Suami Isteri

Atas perbuatannya para tersangka, Polisi menjerat dengan Pasal 30 Ayat (2) Jo Pasal 46 Ayat (2) dan Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat undang-undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika dan Pasal 480 KUHP dan atau pasal 55, 56 KUHP. (Redk)

 442 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!