UA-163642268-1

Terjadi Lagi…, Limbah Dengan Bau Menyengat Mengalir Di Sungai Desa Mojopurno


ARYA-MEDIA, Magetan – Polemik mengatasi limbah industri penyamak kulit bagi warga Kecamatan Ngariboyo, masih terus berlanjut. Pasalnya, setiap proses produksi berlangsung, pembuangan limbah cair berbahaya yang seharusnya di buang ke tempat penampungan limbah, justru dibuang ke sungai tanpa mempertimbangkan dampak dari limbah tersebut.

Dari pantauan media, terdapat aliran limbah cair berwarna putih berbusa dengan bau busuk yang menyengat telah mengalir di sungai panasan Desa Mojopurno. Kejadian tersebut, selain dapat merusak ekosistem alam yang berada di sungai, juga berdampak pada warga masyarakat sekitar yang tinggal di Dukuh Tugu, Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Sabtu (3/3/2019).

“Baunya sangat menyengat pak, sampai gak kuat saya. Kemarin sempat pelanggan saya gak jadi beli, gara-gara bau busuk dari sungai tersebut”, ucap Ibu Parmi pemilik warung kopi yang berada di sekitaran sungai panasan Desa Mojopurno.

Baca Juga :  Dandim Dampingi Bupati Bojonegoro Pimpin Apel Serpas BKO Pengamanan Pilkades Serentak

Ibu Parmi, warga Rt.08 / Rw.02 Desa Mojopurno, Kec. Ngariboyo, Kab. Magetan, mengharapkan perhatian Pemerintah dalam mengatasi limbah yang berada di Desanya. “Kalau ini segera ditangani, warung saya khan gak terganggu dengan bau busuk itu pak”, ungkapnya kepada Arya Media, Minggu (3/3).

Diberitakan sebelumnya, awal bulan januari lalu ditemukan buangan air limbah yang mengalir di sungai yang sama, tetapi dengan warna yang berbeda. Dan sampai saat ini, upaya Pemkab Magetan dalam melakukan uji laboratorium oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), masih belum membuahkan hasil. (ren)

Baca Juga :  Audiensi Wartawan Bersama Pemkab Jombang, Apresiasi Informasi Dengan Misi Yang Sama

Baca Juga : Tanggapan DLH Terhadap Penyamak Kulit Desa Mojopurno

 1,229 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!