Terjadi Lagi… Seorang Petani Mati Tersengat Listrik Jebakan Tikus


ARYA-MEDIA, Ngawi – Jebakan tikus memakan korban kembali. Hal ini menmpa seorang petani bernama Lamin (60) asal Dukuh Serut, RT.02/RW.02, Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi. Korban meninggal tersengat listrik, saat sedang memasang jebakan tikus di area persawahan miliknya di desa setempat. Senin (02/12/2019).

Bermula sekitar pukul 06.00 Wib, anak korban bernama Gunawan, datang ke sawah melihat sepeda motor milik ayahnya (korban) terparkir dipinggir sawah, namun tidak melihat keberadaan korban.

“Saya berusaha mencari keberadaan bapak saya dan akirnya saya melihatnya dia (korban red) tergeletak dalam posisi terlentang didekat lokasi penyemaian benih padi yang dipasang jebakan tikus. Diduga korbn korban telah tersengat arus listrik pada jebakan tikus tersebut,” terang Gunawan, (02/12).

Selanjutnya gunawan mematikan arus listrik dengan cara mencabut kabel pada sumber listrik, kemudian kembali mendekati korban (ayahnya) yang masih tergeletak diarea persawahan. “Saat itu, tubuhnya masih dalam kondisi hangat, selanjutnya saya berteriak minta tolong untuk minta bantuan,”ungkapnya kepada Arya Media..

Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades)Desa Purwosari, Suyono membenarkan kejadian tersebut, bahwa korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di areal persawahan. Diduga, korban meninggal tersengat arus listrik, karena pada tangan korban memegang kawat yang digunakan untuk jebakan tikus.

“Korban ditemukan tangannya gosong. Korban saat ditemukan, dalam keadaan meninggal di lokasi akibat tersengat aliran listrik PLN yang digunakan untuk mengaliri listrik kawat jebakan tikus yang dipasang oleh korban sendiri,” ujar Suyono

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan rumah sakit Widodo Ngawi, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Pada tubuh korban ditemukan pada telunjuk tangan sebelah kanan terdapat luka bakar kecil dan memanjang. Dan pada bagian lutut kaki sebelah kanan terdapat luka bakar kecil dan memanjang. Diperkirakan korban meninggal dunia kurang dari 6 jam. (endik/ren)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *