Tidak Terima Penjelasan Pegawai RS Muhammadiyah, ST Ancam Dengan Air Soft Gun


ARYA-MEDIA, Jombang – Wilayah hukum Polsek Jombang kota polres Jombang, menangkap ST(47) Karena diduga melakukan ancaman dengan kekerasan menggunakan senjata api jenis air soft gun di RS (Rumah Sakit) Muhamadyah, Selasa (1/5/2018)

Kapolsek Jombang kota membeberkan, hari Senin tanggal 30 April 2018 sekira pukul 14.30 Wib, Unit Reskrim Polsek Jombang yang dipimpin oleh Kanit Reskrim berhasil mengamankan ST (47) yang telah melakukan ancaman dan kekerasan menggunakan senjata api jenis air shof gun warna hitam”, terangnya.

Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah senjata Api jenis air Soft Gun, warna hitam N-70 merk Makarov jenis MP 654K Caliber 4,5 mm yang sudah berisi peluru sebanyak 12 butir berbentuk gotri.

Baca Juga :  Dishub Magetan : Pemkab Bakal Terapkan Rekayasa Perubahan Jalur Lalu Lintas di Magetan

Menurut Kapolsek, dari pengakuan saksi bernama Sakinah (50) Karyawan RS. Muhammadiyah Jombang, Pada hari Rabu tanggal 25 April 2018 sekira pukul 16.30 Wib, telah terjadi tindak pidana ancaman dan kekerasan terhadap korban bernama Ratna Yuniati (30) pegawai di Rumah Sakit Muhammadiyah JL. Dr. Sutomo Kel. Jombatan Kec/Kab. Jombang.

Awalnya pelaku menanyakan jumlah biaya perawatan rawat inap istrinya selama diopname di Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang, dan Ratna yuniati (30) menjelaskan prosedur serta menunjukkan perincian biayanya sekitar Rp. 4.695.000,00 (empat juta enam ratus sembilan puluh lima ribu rupiah) malah justru pelaku marah marah, kemudian menarik tangan korban dan juga berteriak teriak didalam rumah sakit.

Baca Juga :  Ketrampilan Kader PKK Jadi Prioritas Desa Mojopurno Dalam Monev Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes

“karena pelaku tidak terima dengan adanya prosedur dan penjelasan korban, sehingga pelaku mencabut senjata api pistol jenis air soft gun warna hitam yang sudah disimpan dari balik baju celananya, dan ditodongkan ke arah kepala korban, sehingga atas kejadian tersebut korban atau pegawai lainnya merasa ketakutan dan shock”, kata Kapolsek.

Pelaku diduga melanggar Tindak Pidana ancaman dan kekerasan, sebagaimana dimaksud pasal 355 (1)ke 1e KUHP

Baca Juga :  Peduli Sesama Antar Umat Beragama, Pemkab Magetan Berikan Bantuan Sembako

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Pelaku yang beralamatkan di jalan patriot nomor 40, Rt/03 Rw/04 Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, dilakukan penahanan, guna proses penyidikan lebih lanjut”, pungkaanya (wisa/ops/redk)

 1,296 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!