UA-163642268-1

Tiga Kunci Utama, Pemerintah Siapkan Jurus Hidup Berdampingan dengan Covid


ARYA-MEDIA | JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan tiga kunci utama yang tengah disiapkan pemerintah untuk bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.

“Pertama adalah cakupan vaksinasi yang tinggi terutama untuk kelompok rentan, seperti lansia,” kata Luhut dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Senin (13/09/2021).

Kunci kedua, lanjut Luhut, yaitu penerapan 3T (Testing, Tracing, Treatment) termasuk penanganan isolasi terpusat (isoter) yang optimal. Sedangkan ketiga adalah, kepatuhan protokol kesehatan yang tinggi meliputi 3M dan implementasi screening PeduliLindungi.

Baca Juga :  Cangkruk Bareng KJJT Surabaya, Pers Harus Paham Kode Etik Jurnalistik

“Isoter jadi sangat penting, karena orang yang kena status hitam di PeduliLindungi, akan kita segera tangani. Di mal, misalnya, kita periksa (jika statusnya hitam) langsung bawa ke karantina terpusat untuk menghindari penularan ke orang lain,” jelasnya.

Menurutnya, jika capaian vaksinasi masih rendah, maka tiga strategi utama tersebut akan ditambahkan dengan pembatasan kegiatan masyarakat, seperti implementasi PPKM yang ada saat ini.

“Sebagaimana disampaikan Bapak Presiden, tujuan dan arah kebijakan penanganan covid harus tetap konsisten. Namun, strategi dan manajemen di lapangan disesuaikan dengan masalah dan tantangan yang ada,” jelas Wakil Ketua Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) ini.

Baca Juga :  Musyawarah Antar Desa DAPM Kecamatan Gerih, Ada Kelompok Fiktif Gunakan Anggaran Masyarakat

Luhut mengatakan, langkah pengetatan dan pelonggaran mungkin kerapkali dibaca sebagai kebijakan yang berubah-ubah, atau sering dibaca sebagai kebijakan yang tidak konsisten. Namun, justru itulah yang harus dilakukan untuk menemukan kombinasi terbaik antara kepentingan kesehatan dan kepentingan perekonomian masyarakat.

“Karena virusnya yang selalu berubah dan bermutasi, maka penanganannya pun harus berubah sesuai dengan tantangan yang dihadapi,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Magetan, Sabet Penghargaan ATPKS Dari Gubernur Jatim

Sebagai mantan anggota militer, Luhut menuturkan penanganan covid di Indonesia tak berbeda dengan operasi militer yang selalu melakukan perubahan-perubahan agar tidak bisa dibaca oleh musuh.

“Kita membaca bagaimana sifat varian delta ini dan kita juga melakukan perubahan strategi kita untuk menghadapi itu. Maka demikian, mungkin kenapa kita bisa cepat membuat perbaikan-perbaikan di Indonesia. Bukan tidak ada konsistensi, tapi kita menyesuaikan, melihat sifat-sifat ini dan pengalaman-pengalaman di negara lain,” tutup Luhut. (**)

Sumber : siberindo.co

 270 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!