Tingkatkan Produksi Tembakau, Pemkab Ngawi Adakan Workshop Hasil Industri Tembakau


 

ARYA-MEDIA, Ngawi – Salah satu daerah penghasil tembakau di Jawa Timur yang produktif adalah Kabupaten Ngawi, namun produksi tembakau di Kabupaten Ngawi cenderung fluktuatif setiap musim. Adanya fluktuasi produksi tersebut menunjukkan bahwa terdapat risiko produksi dalam usahatani tembakau. Selain permasalahan produksi, petani tembakau juga dihadapkan pada kondisi harga yang tidak menentu setiap musimnya. Harga tembakau tinggi pada saat musim kemarau dan harga tembakau turun ketika musim hujan.

Musim yang tidak menentu menyebabkan fluktuasi harga tembakau di pasaran. Guna mengurangi risiko, baik risiko harga maupun risiko produksi petani tembakau sebagian besar petani melakukan kemitraan dengan perusahaan rokok seperti PT Sadana Samporna Karangjati, Ngawi.

Baca Juga :  Mayat Tanpa Identitas, Ditemukan Membusuk Di Jalan Tembus Cemoro Sewu

Faktor penentu risiko produksi petani mitra adalah pupuk TSP yang mengurangi risiko dan pupuk Urea yang meningkatkan risiko produksi tembakau. Variabel yang mempengaruhi risiko petani non mitra adalah jumlah bibit yang meningkatkan risiko produksi, pestisida yang bersifat mengurangi risiko produksi dan tenaga kerja yang digunakan memiliki pengaruh positif terhadap risiko produksi. Sedangkan risiko harga yang dihadapi petani mitra lebih kecil jika dibandingkan dengan petani non mitra. Rendahnya risiko harga petani mitra dikarenakan petani yang bermitra dengan PT. Sadana Samporna Karangjati.

Pada Saat Workshop Peningkatan Industri Hasil Tembakau Di RM. Mekar Sari Karangjati, Ngawi.

Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian Dan Tenaga Kerja, Bidang Perindustrian, mengadakan workshop Peningkatan Hasil Industri Tembakau, di Rumah Makan Mekar Sari, Kecamatan Karangjati, Kab. Ngawi, Kamis (6/12/2018).

Baca Juga :  Tanggap Bencana, Babinsa Bojonegoro Gotong-Royong Evakuasi Pohon Tumbang

Dalam acara tersebut, diikuti oleh Kelompok Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) terdiri dari gabungan kelompok petani tembakau berjumlah 20 orang. Bekerja sama dengan pabrik rokok PT. Sadana Samporna Karangjati sebagai Nara sumber.

“Kegiatan ini adalah sebagai bentuk sharing kepada petani khususnya APTI, sekaligus sebagai bentuk kerjasama untuk kedepannya”. kata Sri Winarti Kabid Industri Disperindagtaker Kab. Ngawi.

Semua itu, sebagai upaya Pemkab Ngawi untuk memberikan pengarahan kepada para petani tembakau yang ada di Kabupaten Ngawi, dalam meningkatkan mutu dan kualitas tembakau yang dihasilkan oleh petani tembakau.

Baca Juga :  Akhirnya Cafe Terkait Video Hot Dibekukan Sementara

Sementara, Sojo selaku ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) cabang Kabupaten Ngawi, mengatakan, bahwa dengan adanya pembinaan dan pelatihan dari Dinas terkait, pihaknya juga merasa terbantu, baik dari segi sarana maupun prasarana produksi tembakau. “Kendala yang sering muncul sehingga terjadi gagal panen adalah para petani sering terjebak dalam kejar tanam, sehingga kurang memperhatikan musim,” ungkapnya.

“Semoga dengan adanya Workshop ini, kami selaku industri produksi tembakau dapat membuka peluang yang lebih luas dalam mengantisipasi turunnya produksi petani dengan bekerjasama atau bermitra dengan pabrik rokok”, pungkasnya. (adv/yn/redk)

 2,533 total views,  10 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!