UA-163642268-1

TMMD ke-110 Bertempat di Bojonegoro Jawa Timur


ARYA-MEDIA | BOJONEGORO – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dan Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto, bersama Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, membuka secara resmi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110, Tahun Anggaran 2021, di pendopo Malowopati, Bojonegoro, Selasa (2/3/2021)

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, menyampaikan dengan pendekatan TMMD, kita dapat memecahkan masalah.

“Ini adalah suatu semangat, dan berfikir untuk pasti bisa, tidak mengincar semua harus perfect, tapi harus lebih baik,” ujar Emil, Selasa (2/3).

Baca Juga :  Sambut Tahun Baru 2019, Kodim Magetan Laksanakan Sholat Dhuhur Berjamaah, Istighosah dan Doa Bersama

Sementara, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, menyebut hari ini pembukaan TMMD secara serentak di beberapa wilayah Jawa Timur. “Selain di Bojonegoro ada di Bondowoso, Sumenep, dan Pacitan,” jelasnya.

Bojonegoro dianggap tempat strategis, dengan anggaran paling besar nilai proyeknya. “Kedatangan Forkopimda adalah sebagai penghargaan untuk TMMD di Bojonegoro,” ungkap Pangdam V Brawijaya.

Baca Juga :  BPBD Magetan : Dampak Kerugian Dan Kejadian Bencana Tahun 2018 Naik Signifikan Dibanding Tahun Sebelumnya

Selain itu, TMMD selalu diprogramkan kerja sama sinergitas, antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah, serta unsur stakeholder terkait di wilayah setempat.

Menurutnya, dahulu namanya ABRI Masuk Desa, tapi setelah Polri berpisah, namanya menjadi TMMD. Namun pelaksanaannya di lapangan tidak berubah, masih dilaksanakan oleh personil TNI dan personil Polri, serta pemerintah daerah.

Baca Juga :  Jelang Pilkades 2019 di Magetan, 25 % Desa Inginkan E-Votting

“Ini perlu saya sampaikan, jangan sampai kesannya TMMD ini seolah – olah program Tentara Nasional Indonesia semata. Pada tahun 1980 itu namanya ABRI masuk desa,” jelasnya.

Pangdam V Brawijaya juga menegaskan, perencanaan TMMD tersebut dilakukan dari bawah ke atas. “Diharapkan sasaran fisik yang susah dikerjakan oleh pemerintah daerah, karena terpencil dan anggaran terbatas, selanjutnya bisa dikerjakan oleh TMMD,” pungkasnya. (Redk)

 568 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!