Tradisi Tahunan Magetan “Kirap Nayoko Projo Dan Andum Berkah Bolu Rahayu 2018”


ARYA-MEDIA, Magetan – Tradisi tahunan yang dilakukan oleh Pemkab Magetan masih terus berjalan. Hari ini Kamis 27 September 2018 Pemkab melalui Dinas Pariwisata Dan Budaya (DISPARBUD) menggelar “Kirap Nayoko Projo” dan “Andum Bolu Rahayu”, yang diselenggarakan di Alun-alun Magetan sebagai tempat acara.

Terlihat ribuan warga Magetan maupun luar Magetan, datang berbondong-bondong untuk menyaksikan Berkah Bolu Rahayu yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat sebagai isyarat untuk mendapat berkah dari berebut bolu yang di adakan setiap tahunnya.

“Saya hanya dapat satu kresek kantong plastik saja mas, soalnya keduluan yang lain. Ya semoga walaupun sedikit dapat berkahnya”, kata Retno warga Ringinagung Kecamatan Magetan.

Baca Juga :  Dikucuri Dana BKKD, Desa Pendem Realisasikan Keinginan Warga Buat Jembatan
Kirap Nayoko “Kereta Kencana Yang Dinaiki Oleh Bupati Mageta Beserta Istri”.

Ajang ini merupakan perayaan tradisi Magetan, untuk menyambut Tahun Baru Islam dan peringatan HUT Magetan yang ke-343. Kirap Nayoko Projo dan andum berkah bolu rahayu adalah merupakan salah satu ajang pelestarian budaya yang ada di Magetan. Dan warga pun menyakini bahwa ratusan roti bolu tersebut sebagai pembawa berkah, karena sebelumnya sudah dibacakan do’a yang dipercaya akan mendapatkan berkahnya.

“Acara ini merupakan agenda rutin sebagai tradisi bagi warga Magetan. Dan ini juga sebagai ciri khas masyarakat bahwa roti bolu adalah jajanan tradisional khas Magetan”, ucap Bambang Setiawan kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud Kab. Magetan, (27/9).

Baca Juga :  Peduli Dampak Covid-19, Dandim Magetan Salurkan Bantuan Dari Pangdam V Brawijaya

Bambang juga menjelaskan, sebelum berebut roti bolu, dilakukan Kirap Nayoko Projo oleh para petinggi Magetan, dengan mengendarai kereta kencana yang berpadu dengan kuda. Yaitu sebagai napak tilas pada zaman dahulu di masa kerajaan di wilayah mataraman.

“Kirap tersebut sebagai gambaran pada jaman kerajaan dulu, dimana seluruh nayoko projo (punggawa kerajaan) beserta istri naik kereta dan kuda berkeliling kota’, jelasnya.

Baca Juga :  2 Kantong Plastik Mencurigakan, Berhasil Diamankan Lanal Banyuwangi

Hal yang sama dikatakan oleh Bupati Mahetan Suprawoto atau dikenal dengan panggilan Kang Woto menuturkan, “Rebutan bolu rahayu ini bertujuan untuk memelihara tradisi yang sudah berjalan, dan sebagai transformasi nilai untuk anak cucu generasi selanjutnya bahwa di Magetan mempunyai tradisi yang bagus untuk dilestarikan. Yang terpenting adalah makna dari bolu rahayu adalah kita sama-sama menikmati dan tidak membedakan satu sama lainnya, dan ini adalah bentuk berkah kita untuk berbagi sama-sama dalam bulan suro dan sebagai simbul hari jadi Magetan yang ke-343“, tutup Bupati Magetan. (ren/redk)

 1,415 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!