Transparansi Ujian Seleksi Perangkat Desa Widodaren, Dapatkan 2 Peserta Nilai Tertinggi


ARYA-MEDIA, Ngawi – Ujian Seleksi pengisian Perangkat Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi berlangsung aman tertib dan transparan. Ujian seleksi Perangkat Desa ini untuk melengkapi dua kekosongan perangkat sebagai Sekertaris Desa (Sekdes) dan Kaur Perencanaan, Selasa (02/10/2018).

Terdapat 19 orang peserta yang akan mengikuti ujian seleksi, dan semuanya dari wilayah Desa Widodaren, Kec. Gerih. Dan saat pelaksanaan ujian, peserta yang hadir hanya 17 orang saja, karena 2 orang peserta lainnya tidak datang untuk mengikuti ujian dengan tanpa sebab dan alasan.

Menurut data yang dihimpun Arya-Media, ada 2 tahapan dalam ujian pengisian Perangkat Desa tersebut, yaitu tes tulis dan uji komputer. Semua itu dilaksanakan dan disaksikan oleh beberapa elemen, mulai dari panitian, tim pengisian perangkat, tim penguji dari YPLP PGRI Ngawi, Camat Gerih, jajaran Forpimca, Koramil, dan Polsek Gerih serta undangan lainnya.

Baca Juga :  Disparbud Magetan : Penutupan Tempat Wisata dan THM Diperpanjang Sampai Mei
Dua Peserta Nilai Tertinggi Foto Bersama Dengan Jajaran Tim Ujian Dan Saksi-Saksi.

Saat ditemui Sunaryo selaku ketua panitia mengatakan, “Dalam ujian seleksi ini di ikuti 19 peserta, tapi 2 orang tidak datang ikut ujian dengan tanpa alasan. Jadi hanya 17 peserta saja yang mengikuti ujian perangkat”, kata Sunaryo.

“Dari ke tujuh belas itu akan diambil masing-masing diambil nilai tertinggi yaitu, 2 orang untuk menduduki posisi sebagai Sekertaris Desa (Seldes) dan 2 orang lainnya sebagai Kaur Perencanaan. Setelah itu ke empat orang dengan nilai tertinggi akan diserahkan ke Tim Panitia seleksi dan diteruskan ke Camat Gerih untuk dimintakan rekomendasi. Dan sebagai penentu nilainya kami serahkan tim penguji yaitu YPLP PGRI cabang Ngawi, kami hanya mengawasi saja”, jelas ketua panitia kepada Arya-Media (02/10).

Baca Juga :  Tes Seleksi Anggota KPU Kota Madiun Diprotes Peserta

Mengenai hal tersebut, Kepala Desa Widodaren (Kades) Heri Suwedi juga menuturkan, dari semua peserta akan diambil 4 orang saja dengan nilai tertinggi, dan selanjutnya diteruskan ke Camat Gerih Anang H Prabowo untuk mendapatkan rekomendasinya. “4 orang dengan nilai tertinggi, akan dilanjutkan ke Pak Camat untuk diminta rekomendasinya”, tuturnya.

Sementara Camat Gerih Anang H Prabowo memberikan penjelasan, bahwa tahapan seleksi di Desa Widodaren dilakukan secara transparan, dan disaksikan oleh beberapa bagian mulai dari panitia, tim penilai, Koramil, Polsek, dan saksi-saksi lainnya. “Kegiatan ujian seleksi perangkat ini, mulai dari tes tulis sampai dengan tes komputer dilakukan secara gamblang dan transparan dengan disaksikan banyak orang. Contohnya, saat dilakukan penilaian dilakukan di luar agar diketahui banyak orang (saksi red)”, tegas Camat Gerih.

Baca Juga :  RSUD Bangkalan Kepulkan Asap, Pengunjung Berhamburan

“Tahapan ini harus transparan, dan setelah didapat 4 peserta dengan nilai tertinggi, keempat orang tersebut akan saya kaji dengan melihat trek recordnya untuk memberikan rekomendasi, apakah peserta pernah bersangkutan dengan hukum atau tidak. Dan kalau memang dinyatakan bersih, maka yang lolos akan diambil dengan nilai yang tertinggi yaitu Brecita Ayu Bakti W.U (sebagai Kaur Perencanaan) dengan total nilai 87.05, dan Agustinus Adven Yudanto (sebagai Sekertaris Desa) dengan total nilai 59.57”, pungkasnya. (ren/adv)

 2,426 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!