Tukang Tipu : Mafia Calo CPNS, Guru Dari SMP Negeri Bendo Magetan


ARYA-MEDIA, Magetan – Kasus dugaan percaloan ASN /PNS terkait tipu-tipu rekruitment Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Magetan terus memanas.

Hasil pengumpulan data yang didapatkan Arya-Media, dua (2) guru yang disebutkan Bupati Magetan Suprawoto, yang terindikasi sebagai calo CPNS, dua diantaranya yakni seorang guru, sedikit terkuak.

“Saya mendapati laporan dari masyarakat, ada seorang guru di SMPN Bendo menjadi calo CPNS. Bahkan mereka mengirimkan beserta kwitansi pebayarannya”, kata Joko Santoso, Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olah Raga (Dispora), Jum’at (18/1/2019).

Baca Juga :  1 Kandidat Menyatakan Mundur Dalam Penetapan CAKADES Widodaren Gerih

Menurut Joko, oknum nakal tersebut sudah lama melakukan tindakan yang melanggar kode etik PNS. “Orang itu memang sering bermasalah mas, bahkan terkenal kalau guru tersebut sebagai calo segala bidang”, terangnya.

Joko Santoso, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga.

Hasil investigasi wartawan Arya-Media mendapatkan, oknum guru nakal tersebut berinisial ‘SK’ sebagai guru Matematika, yang mengajar di SMP Negeri Bendo, dan tinggal di Desa Tambak Mas, Kecamatan Sukomoro, Magetan.

“Memang benar kalau sekolah kami sudah didatangi pihak inspektorat Kab. Magetan. Bahkan yang bersangkutan (SK red) juga sudah menghadap kesana”, ungkap Kepala Sekolah (Kasek) SMP Negeri Bendo yang tidak mau disebutkan namanya (19/1/2019).

Baca Juga :  Apel Pagi : Pengalihan Tugas Tambahan Untuk Masjid Nurul Qur'an

Kasek SMPN tersebut juga mengatakan, terkait masalah ini, pihaknya tidak begitu tahu. Karena dia baru menjadi Kepala Sekolah SMPN Bendo beberapa tahun ini. “Saya tidak begitu tahu mas terkait terkait guru SK itu. Karena saya terbilang baru disini”, jelasnya kepada Arya-Media.

“Mengenai guru nakal itu, silahkan tanya aja ke Irwilkab (Inspektorat Wilayah Kabupaten), karena sekarang sudah ditangani pihak Kabupaten”, imbuhnya.

Baca Juga :  Lantaran Sakit Hati, Korban Tewas Ditangan Adik Kandungnya

Hal sama dikatakan mantan Kepala Sekolah SMPN Bendo mengiyakan, semasa bekerja bersama dengan SK di sekolahan tersebut, SK sudah banyak mengalami permasalahan.

“Seingat saya, dulu juga pernah bermasalah dengan hukum, bahkan pernah juga di bui (dipenjara red)”, pungkasnya.

Diketahui bahwa, oknum guru berinisial ‘SK’ tersebut sudah mencoreng kebesaran KORPRI sebagai PNS. Lebih parahnya lagi, seorang PNS yang pernah berurusan hukum bahkan pernah dipenjara, masih saja menjadi PNS yang notabenya adalah seorang guru, yang mana guru adalah seorang pengajar dan pemberi ilmu. (ren/redk)

 1,117 total views,  13 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!