Turun 46 Persen : 2592 Pelanggaran Dalam Operasi Zebra Semeru 2018 Di Banyuwangi


ARYA-MEDIA, Banyuwangi – Operasi Zebra Semeru 2018 yang digelar oleh Polres Banyuwangi selama 14 hari terhitung mulai tanggal 30 Oktober sampai dengan 12 Nopember 2018, mengalami penurunan angka Tindakan Langsung (Tilang) sebanyak 46,25 % dibanding dengan Operasi Zebra Semeru tahun lalu.

Dalam Operasi Zebra Semeru 2018, Sebanyak 2592 pelanggaran berhasil ditindak oleh jajaran Sat Lantas Polres Banyuwangi. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2017 dengan angka Tilang sebanyak 4822 pelanggaran.

Saat Press Confrence di Mapolres Banyuwangi Senin (19/11/18) AKP Prianggo menyampaikan, “Operasi Zebra Semeru sudah selesai, kurang lebih dilaksanakan selama 14 hari mulai dari 30 Oktober hingga 12 November kemarin. Ada sedikitnya 2592 pelanggaran yang kami tilang,” terang Kasat Lantas Polres Banyuwangi.

Baca Juga :  Kapolres Pasuruan Kota Lakukan Pengamanan Unras Forum Pasuruan Bersatu

Lanjutnya AKP Prianggo, bahwa dari 2592 berkas tilang yang dikeluarkan didominasi oleh kendaraan sepeda motor sebanyak 2020, dan kendaraan mobil penumpang umum 271 unit, Bus 3 unit, serta mobil barang 298 unit.

“Untuk jenis pelanggaran, didominasi pelanggar sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar indonesia atau SNI. Serta tidak menggunakan sabuk pengaman untuk pengendara roda empat. Terkait Penurunan angka penilangan pelanggaran dipengaruhi oleh peningkatan kesadaran warga Banyuwangi. Untuk tertib berlalulintas dan pentingnya mematuhi peraturan lalulintas demi keselamatan dijalan raya. Karena kita juga melakukan sosialisasi operasi zebra kepada masyarakat sebelumnya dan saat pelaksanaan operasi zebra Semeru 2018 ini,” jelas Prianggo.

Baca Juga :  Panwaslu Adakan Deklarasi Bersama Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara

AKP Prianggo Kasat Lantas Polres Banyuwangi juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Terutama tujuh sasaran prioritas pada saat operasi Zebra. Yakni : penggunaan helm ber SNI, penggunaan sabuk pengaman/ keselamatan, melebihi batas kecepatan, tidak menggunakan handphone.Tidak menggunakan minuman keras dan narkotika saat mengendarai, melawan arus, dan terhadap anak dibawa umur yang membawa kendaraan.

Baca Juga :  Tuntut Pengangkatan Otomatis K2 Dan Protes Latker Pada Rekrutmen CPNS 2018

“Itu merupakan 7 fatalitas penyebab kecelakaan lalu lintas. Meskipun tidak dalam operasi Zebra pengendara diharapkan dapat memperhatikanya”, pungkasnya. (tim)

 260 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!