UA-163642268-1

Ungkapan Pelari Cilik Maraton 5 K Mempunyai Cita-Cita Mulia


ARYA-MEDIA, Banyuwangi – Bocah cilik Sekolah Dasar kelas V ini, membuat kagum banyak orang. Betapa tidak, di arena lomba lari 5 K yang diselenggarakan Bank Mandiri bertajuk Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019, bocah berumur belasan ini mencatat rekor sebagai pelari perempuan tercepat 23.39 menit.

Sementara juara perempuan dari kategori bebas (umum) mencatat waktu 24,53. Pengurus PASI Banyuwangi mengharapkan Dwi (12) bersedia dilatih khusus untuk kejuaraan di tingkat Provinsi atau event lain di tingkat nasional. (02/04/19)

Camat Singojuruh, Mochammad Lutfi, M.Si. beserta Kepala Desa Gumirih, Ach. Murai, S.E., S.H., dan pejabat dinas pendidikan Kec. Singojuruh, Hj. Nurdamai, M.Pd., menyempatkan untuk mengunjungi Dwi di sekolahnya dan di rumahnya. Dwi anak kedua dari pasangan keluarga buruh tani, sering membantu orang tuanya untuk membantu mencari nafkah.

Baca Juga :  Sambut “New Normal” Pemkab Magetan Lakukan Persiapan

”Kalau malam Dwi dengan ayahnya ke sawah sawah, ke kebun-kebun mencari bekicot, kul, untuk dimakan, dan sebagian lainnya untuk makanan ternak beberapa belas bebek di rumahnya. Dari telor bebek itu, sebagian kebutuhan pokok bisa terpenuhi”, ujar ayah Dwi.

Rasa empati Camat Lutfi (46), membantu 200 ekor bebek ke ayahnya Dwi, dan Pak Kades Murai membelikan sepeda mini kepada Dwi untuk sekolah. Selama ini Dwi ke sekolah jalan dan yang sering berlari pergi pulang sekira 1.5 km.

Baca Juga :  Sertijab : Tongkat Komando Kodim 0804 Magetan Resmi Diserah Terimakan

Tidak hanya itu, Camat Singojuruh dan Kades Gumirih semangat berjanji akan ikut mengawal Dwi untuk bisa tumbuh kembang menjadi atlet yang andal dan bisa sekolah sampai lulus SLTA. ”Dwi ini aset Banyuwangi, tanpa diminta saya akan membantu dia, sekali pun nanti saya tidak lagi bertugas di sini”, ujar Camat Lutfi.

Baca Juga :  Gembira Dan Terharu : Upacara Penyambutan Dan Pelepasan Kapolres Banyuwangi

Disisi lain, saat ditanya cita-cita, Dwi menjawab singkat dengan spontan, “saya kepingin menjadi guru”. Ditanya guru apa,TK, SD, SMP, SMA, Dwi menjawab pokoknya guru”, celetuknya kepada awak media (2/4).

Mengapa kamu tertarik untuk menjadi guru, Dwi menjawab, “guru suka memperhatikan dan mau membantu orang lain menjadi pintar, tegasnya”. Ditanyai lagi terhadap Dwi, uang hadiahmu itu untuk apa? Tidak tahu, semua saya serahkan ke Ibu, tutur Dwi polos. (rdy35/ops).

 2,018 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!