Update Peta Sebaran Covid-19 Dengan Istilah dan Definisi Baru


ARYA-MEDIA, Magetan – Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan mengumumkan, bahwa Pemerintah saat ini, resmi menggunakan istilah baru dalam operasional penanganan Corona Virus Desiase 2019 (Covid-19).

“Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan yang ditandatangani oleh Terawan Agus Putranto pada 13 Juli 2020,” kata Saif Muhklissun, Kepala Dinas Kominfo, selaku Jubir Gugus Tugas Covid-19 Magetan, Senin (20/7/2020).

Dijelaskan Muhklissun, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020, tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 ( Covid-19). “Terawan mengganti istilah operasional lama dalam penanganan Covid-19 dengan delapan istilah operasional baru,” terangnya.

Beberapa istilah penting yang diganti yakni, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG). Hal itu berlaku pada Pemerintahan di seluruh Indonesia.

“Dulu menggunakan istilah ODP + PDP, sekarang menjadi Suspect, OTG menjadi kasus konfirmasi tanpa gejala (Asymtomtis), dalam pemantauan itu sisa kasus,” jelas Muhklissun, Senin (20/7).

Dengan perubahan itu, Pemerintah resmi menggunakan delapan istilah baru yakni, kasus suspek, kasus probable, kontak erat, kasus konfirmasi,  pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi, dan kematian.

Adapun rincian penjelasan tentang sejumlah istilah baru yang digunakan oleh Pemerintah.

1. Kasus suspek

Ada tiga (3) kriteria dalam penjabaran kasus suspek yaitu :

  1. kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
  2. jika dalam 14 hari terakhir individu pernah kontak dengan kasus yang sudah terkonfirmasi positif atau kontak dengan kasus probable.
  3. jika ada kasus ISPA yang harus dirawat di rumah sakit dan tidak ditemukan sebabnya secara spesifik yang meyakinkan bahwa ini bukan penyakit Covid-19.

Artinya, kondisi itu dicurigai Covid-19, maka dimasukkan ke kelompok suspek.

2. Kasus probable

Kasus probable ini adalah penderita dengan infeksi saluran pernafasan berat atau yang meninggal. Yang mana, hasil klinisnya meyakinkan bahwa kondisi tersebut adalah Covid-19.

Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala (simptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi.

3. Kontak erat

Kondisi ini adalah ketika individu melakukan kontak dengan kasus konfirmasi positif atau dengan kasus probable.

4. Kasus konfirmasi

Individu yang dinyatakan dengan kondisi ini sudah melalui konfirmasi real time PCR dengan hasil positif.

5. Pelaku Perjalanan

Seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.

6. Discarded

Discarded apabila memenuhi salah satu kriteria yakni, Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu >24 jam. Kedua, seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

7. Selesai Isolasi

Selesai isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria bahwa :

  • Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.
  • Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.
  • Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria selesai isolasi pada kasus probable/kasus konfirmasi dapat dilihat dalam Bab Manajemen Klinis.

8. Kematian

Kematian COVID-19 untuk kepentingan surveilans adalah kasus konfirmasi/probable COVID-19 yang meninggal.

Diketahui bahwa, mendasar update informasi dari peta sebaran covid-19 Kabupaten Magetan pada hari ini Minggu (20/7), terdapat 72 orang Suspect, 146 orang Konfirmasi, 90 orang sembuh, dan 4 orang meninggal.

“Untuk pencegahan penularan covid-19, diantaranya bisa dimulai dari diri kita sendiri. Jangan sampai kendor dan lengah. Tetap waspada, tetap jaga jarak serta jaga diri pribadi dan keluarga anda. Dan tetap menerapkan semua point protokol kesehatan dengan ketat. Jangan lupa selalu terus berdoa minta perlindungan Tuhan Yang maha esa,” pungkas Muhklissun. (Ren/Jubir Gugus Tugas)

 434 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!