UA-163642268-1

Viral… Polisi Sabar Hadapi Cacian Warga di Pos Penyekatan, Ditanggapi Komisi III DPR-RI


ARYA-MEDIA | JAKARTA – Sikap aparat kepolisian yang bertindak penuh kesabaran saat menghadapi masyarakat dengan melontarkan caci maki karena diputarbalikan di pos penyekatan, menjadi viral di Media Sosial (Medsos) dan banyak diperbincangkan banyak orang.

Hal itu, juga menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi III DPR-RI, Ahmad Sahroni, yang mengungkapkan bahwa, pendekatan humanis dan kesabaran petugas tersebut, sudah sesuai dengan program Polri Presisi atau Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan, yang digagas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Sudah tugasnya Polri untuk humanis sesuai dengan Program Presisi Kapolri, dan itu bagian dari tanggung jawab anggota di lapangan dengan wajib humanis dan mengayomi,” kata Sahroni, saat dihubungi salah satu awak media di Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Baca Juga :  Granat Nanas Aktif Ditemukan Warga Desa Turi Magetan

Diketahui sebelumnya, ada dua peristiwa yang menarik perhatian publik, disaat warga sedang memaki aparat kepolisian saat diputarbalikan di pos penyekatan.

Pertama di Sukabumi, yang mana seorang ibu melontarkan kalimat kasar kepada aparat Kepolisian karena mobil yang berisikan rombongan keluarganya di halau oleh petugas. Kemudian, peristiwa kedua adalah, seorang perempuan yang mencaci maki polisi di Jalan Lingkar Selatan, Ciwandan, Cilegon, Banten.

Baca Juga :  PARAH...!!! Proyek Galian C Meresahkan Warga Selama 2 Tahun

Dilansir dari beberapa akun media sosial, kejadian tersebut viral dengan menuai banyak kecaman dari masyarakat. “Akhirnya, mereka berdua pun meminta maaf atas sikapnya kepada aparat Kepolisian, dan petugas pun dengan lapang dada memberikan maaf kepada dua orang tersebut,” terang Sahroni, Selasa (18/5).

Sahroni juga menambahkan, seharusnya masyarakat jangan seenaknya memperlakukan petugas kepolisian yang sudah berjuang dengan sabar dan humanis dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Sebagaimana implementasi dari kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengendalikan virus corona saat libur Lebaran.

“Petugas sudah lelah melaksanakan pencegahan sesuai aturan pemerintah. Memang benar, sikap humanis oleh petugas sangat di perlukan. Tapi dengan sikap yang tidak ramah kepada petugas, itu juga tidak boleh dilakukan oleh orang-orang dengan semaunya,” jelas Sahroni.

Baca Juga :  Gelar Seminar Literasi, ISNU Ponorogo hadirkan Suprawoto

Bahkan terkait makian warga ke aparat itu, Sahroni berharap kepada aparat, adanya tindakan yang lebih tegas kepada masyarakat yang bertindak seenaknya.

“Tidak bisa dibiarkan. Harus ada hukuman keras agar masyarakat bisa lebih menuruti aturan dan menghargai petugas yang bekerja. Hukumannya bisa dengan kerja sosial, atau ya dipenjara saja,” tegas Sahroni. (Redk)

 422 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!