UA-163642268-1

Walikota Kediri Tinjau Vaksinasi Sistem Drive Thru Pertama Kali


ARYA-MEDIA | KEDIRI – Sebanyak 150 orang dari pengemudi taksi dan ojek online, telah menjalani vaksinasi,  di Balai Kota Kediri dengan sistem Drve Thru. Terlihat, antrian ratusan kendaraan beserta pengendara menunggu di atas kendaraan untuk melakukan pendaftaran, skrining, vaksinasi dan observasi. Senin (5/4/2021).

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, meninjau langsung pemberian vaksin dosis pertama sistem drive thru untuk para pengemudi taksi dan ojek online, sekaligus menyapa dan berbincang ringan terkait vaksinasi.

Dilansir dari news room Jatimsiberindo, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, tujuan vaksinasi dengan sasaran pengemudi taksi dan ojek online, yaitu untuk meminimalisir resiko penularan virus Covid-19. Hal ini dikarenakan pekerjaan mereka yang setiap harinya harus bertemu dan kontak erat dengan banyak orang.

Baca Juga :  Dua Sisi Jembatan Suramadu Dijaga Ketat Petugas

“Mereka juga setiap harinya sering bertemu dengan masyarakat. Artinya mereka juga memiliki resiko terpapar dan memaparkan birus tersebut,” kata Walkot Abdullah, Senin (5/4).

Selain itu, vaksinasi sistem drive thru, untuk menghindari kerumunan massa, sebagai upaya menerapkan 5M, salah satunya hindari kerumunan. “Kalau drive thru kan mereka bisa sendiri-sendiri, dan setelah observasi bisa langsung meninggalkan tempat,” terangnya.

Baca Juga :  Kurangi Kecanduan Gadget, Seniman di Magetan Ajarkan Gamelan dan Wayang Sebagai Pendidikan Karakter

Dijelaskan Wali Kota Kediri, pengemudi taksi dan ojek online sebagai penerima vaksin, tidak semuanya berasal dari Kota Kediri, namun juga dari luar daerah seperti dari Kabupaten Kediri dan Nganjuk. “Pemerintah Kota Kediri tetap memfasilitasi dan memberikan vaksinasi mengingat wilayah kerja mereka berada di Kota Kediri,” jelasnya.

Sementara itu, update realisasi data masyarakat Kota Kediri yang sudah menerima vaksin per 3 April 2021 mencapai 22.000 orang. “Dari jumlah tersebut, sudah termasuk lumayan banyak yang divaksin. Sehingga Kota Kediri memperoleh peringkat lima se-Jawa Timur,” ungkap Abdullah.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Fauzan Adima, mengatakan, karena sistem drive thru baru pertama kali dilakukan. Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi sistem drive thru sempat mengalami sedikit kendala, namun hal itu bisa diatasi dengan baik.

Baca Juga :  Kebersamaan Keluarga Asuh Bersama Satgas TMMD-102

“Kendalanya adalah proses skrining, karena kalau diproses di kendaraan petugas harus berbicara dengan suara yang keras. Jadi tidak senyaman seperti di meja biasa. Nanti akan dievaluasi, kalau memang secara drive thru bisa lebih efektif dan efisien, mungkin akan kita drive thru kan ke semua sasaran,” pungkasnya. (Ary/Redk)

 786 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!