google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Wapres Resmikan Rumah Sakit Mata, Mohammad Nuh : Wakaf Menyelamatkan Dunia Akhirat


ARYA-MEDIA | Serang – Rumah Sakit Mata (RSM) Achmad Wardi spesialis Retina dan Glaukoma Center, secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI (Wapres), Dr. KH. Ma’ruf Amin, di Jalan Raya Taktakan Km 1, Kota Serang, Provinsi Banten, Rabu (21/10/2020).

Rumah sakit sebagai pusat layanan retina dan glaukoma yang baru diresmikan, dibangun dengan pendanaan berbasis wakaf, kerja sama Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Dompet Dhuafa.

Wapres Ma’ruf Amin, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Badan Wakaf Indonesia dan Dompet Dhuafa. “Ini adalah bukti bahwa pengembangan ekonomi Syariah dengan istrumen wakaf mampu membangun rumah sakit dan perlengkapannya yang sangat baik, untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Acara peresmian pusat layanan retina dan glaucoma tersebut, dilaksanakan secara langsung melalui aplikasi zoom, dengan dihadiri antara Menteri Agama Jeneral Purn Fahrul Razi, SIP, SH, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, SE, M.Sc, PhD, Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Prof Dr. Ir. H Mohammad Nuh, DEA, Penasihat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat Prof. DR. Dr Nila F Moeloek, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Nasyith Majidi, dan Wali Kota Serang H Syafrudin, S.Sos, MSi, dan pimpinan beberapa bank Syariah.

​Kebutuhan pengobatan mata di Indonesia, kata Ma’ruf Amin tergolong tinggi dibanding negara-negara lain. “Pengobatan yang diperlukan, umumnya operasi mata karena katarak, kemudian retina dan glaucoma,” ungkap Wapres, Rabu (21/10).

Wali Kota Serang Syafrudin mengakui, bahwa kota Serang sendiri terdapat banyak penderita katarak, mulai dari anak-anak sampai orang tua. “Terima kasih, disini sudah ada rumah sakit mata dengan peralatannya yang canggih. Rumah sakit ini bisa digunakan oleh warga sekitarnya, seperti Pandeglang dan Tangerang,” tuturnya.

Karena manfaatnya wakaf sangat luar biasa dalam membantu kesejahteraan masyarakat, Menteri Agama Fahrul Razi menekankan perlunya mencari terobosan-terobosan dalam mengisi gerakan wakaf yang sudah mendapat dukungan dari Bank Indonesia, dan bank lainnya yang berbasis Syariah.

“Kami mendukung perwakafan,” kata Menteri Agama yang kemudian mengusulkan perlunya pengembangan strategis untuk memajukan perwakafan, terutama literasi wakaf. Banyak orang mengira wakaf hanya dilakukan dengan tanah saja. Padahal wakaf bisa dilakukan dengan uang tunai. Dan tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas layanan wakaf,” jelasnya.

​Senada diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pengembangan ekonomi Syariah perlu ditingkatkan. Karena sudah terbukti manfaatnya, dibantu dengan instrumen-instrumen di perbankan syariah.

Menurutnya, di masa pandemi virus corona (Covid-19), gerakan wakaf sangat diperlukan untuk membantu ekonomi masyarakat. Selain pemerintah secara khusus telah menyiapkan dana APBN untuk membantu berbagai sector. “Seperti instrumen pendanaan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) serta pembiayaan dari BNI Syariah, yang ternyata mampu membangun pusat layanan retina dan glaucoma di rumah sakit mata di sini,” ujar Sri Mulyani, (21/10).

Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Prof Dr. Ir. H Mohammad Nuh, DEA juga mengatakan, gerakan mengajak masyarakat berwakaf, sama dengan gerakan menyelamatkan manusia semasa hidup di dunia hingga kehidupan setelah mati. Orang yang berwakaf, ketika meninggal akan mendapat passive income yang terus-menerus mengalir.

“Berwakaf melalui CWLS tidak akan hilang. Dana wakaf akan bermanfaat juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk membangun rumah sakit berbasis wakaf,” terang M Nuh.

Seperti contoh, lanjut M Nuh selaku ketua Dewan Pers menceritakan, ada ibu-ibu yang sudah tidak bisa melihat karena katarak, sudah tidak bisa melihat anak-anak, apalagi membaca huruf Alqur’an. Tetapi setelah dibantu diobati dengan fasilitas layanan rumah sakit berbasis wakaf, ibu-ibu tersebut bisa kembali melihat segalanya dengan terang. Sehingga bisa mengaji, dan membaca Alqur’an sampai akhir hayatnya.

“Insya Allah husnul khotimah”. Yang dibantu bisa diselamatkan masuk surga, yang membantu juga masuk surga dan terus mendapatkan passive income,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepahaman atau MoU pertama di Indonesia, antara BWI dan Baznas Provinsi Jawa Barat, dalam hal pendirian rumah sakit berbasis wakaf. Dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dengan UNDP, Komitmen Wakaf Yayasan Universitan Muslim Indonesia (UMI) Makassar, dan komitmen Wakaf Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) senilai Rp 10 miliar. (Redk)

 1,602 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!