Warga Desa Bangunasri Protes BLT DD Diduga Tidak Tepat Sasaran, Pemdes Mencari Solusi


ARYA-MEDIA, Magetan – Warga desa Bangunasri Kecamatan Barat Kabupaten Magetan, melakukan protes kepada Pemerintah Desa (Pemdes) terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD). Aksi tersebut ditanggapi Pemdes Bangunasri dengan cara musyawarah bersama di balai desa pada jumat malam (6/6) kemarin.

Menurut koordinator aksi, Ilyas Mawardiyanto (Tomo) menilai, bahwa penyaluran BLT DD yang dilakukan Pemdes Bangunasri diduga tidak tepat sasaran. Karena pemberian bantuan tersebut diberikan kepada warga dengan kategori miskin saja. Sedangkan puluhan orang yang melakukan aksi protes, juga merupakan warga terdampak pandemi Covid-19, karena sudah kehilangan pekerjaan akibat di PHK.

“Penyaluran dana BLT DD, menurut kita tidak tepat sasaran. Apalagi dana BST dari Kemensos, yang pelaksanaannya banyak yang tidak tepat sasaran. Karena data langsung turun dari atas,” katanya.

Ilyas mengatakan, apabila aksi protes ini tidak ditanggapi oleh Pemdes Bangunasri secara serius, maka pihaknya bersama warga lainnya bakal melakukan protes ke tingkat Kecamatan. “Karena ini belum ada titik temu, kita akan lanjutkan ke kecamatan,” ungkapnya.

Wiyono, Kepala Desa Bangunasri, Kecamatan Barat, Magetan

Keesokan harinya, menindaklanjuti permasalahan tersebut, Kepala Desa Wiyono terus melakukan koordinasi kepada warga yang protes, untuk mencari jalan keluar, untuk berupaya agar warganya bisa tercover BLT DD untuk tahap selanjutnya.

“Setelah kita lakukan koordinasi, kita sepakat untuk mengajukan warga yang tidak tercover bantuan agar dilakukan pendataan. Sedangkan ketentuan bisa tidaknya, kita masih menunggu informasi dari Pemkab Magetan apakah ini bisa diusulkan untuk BLT DD tahap kedua. Kalo memang bisa, nanti kita bahas di musyawarah desa berikutnya,” terang wiyono, Senin (8/6).

Disisi lain, dikonfirmasi kepada Eko Muryanto selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Magetan menjelaskan, bahwa terkait usulan penerima BLT Dana Desa, bisa dirubah atau ditambahkan pada BLT DD tahap berikutnya, namun harus melalui Musyawarah Desa (Musdes).

“Kalo mengacu peraturan yang pertama, penerima BLT DD yang sudah tercatat dan sudah dimusdeskan, memang tidak bisa dirubah. Namun, ini ada peraturan baru bahwa terkait penerima bantuaan BLT DD, bisa dirubah atau diusulkan tetapi harus dimusdeskan lagi,” jelasnya Eko kepada Arya Media, melalui via telepon.

Kepala Dinas PMD Magetan juga menjelaskan, tahapan pelaksanaan penyaluran BLT DD, Pemerintah Desa harus mengikuti petunjuk teknis (Juknis) sebagai acauan dalam penyaluran bantuan. Salah satunya adalah, penerima harus masuk dalam 19 kriteria masyarakat miskin.

“Untuk pelaksanaannya, juknisnya masih tetap sama. Yaitu penerima harus masuk dalam 19 kriteria masyarakat miskin,” pungkasnya. (Ren)    

 2,811 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!