Warga Kedunggalar Ngawi, Ditemukan Meninggal Tergantung di Tiang Rumah


ARYA-MEDIA, Ngawi – Tepatnya di dapur rumah Mardi (65), warga Dusun Blumbang Rt.05/Rw.03 Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, terjadi peristiwa orang meninggal dunia dengan cara gantung diri. Selasa (07/01/2019), pukul 12.00 WIB.

Korban bernama Katiman (72) warga desa setempat, mengakhirinya hidupnya dengan cara gantung diri mengunakan ikat tali tambang warna biru sepanjang 1,5 meter di rumah tetangganya.

Awalnya, korban (Katiman) datang ke rumah Mardi (tetangganya red), ngobrol bareng sembari bersantai. Korban sempat cerita, dengan mengeluh kondisi badan terasa lemas dalam tujuh hari terakhir dan sudah diobatkan tetapi tidak ada kesembuhan. Selanjutnya, korban tidur dikursi di rumah bagian depan, sedangkan Mardi tidur dikamar bagian belakang.

Baca Juga :  SMSI Launching News Room, Media Online Siberindo.co Warnai Dunia Informasi
Petugas Bersama Tim Medis Melakukan Visum di Rumah Korban.

Keesokan harinya, setelah bangun tidur, sekira pukul 06.00 WIB Mardi pergi ke sawah dan melihat korban sudah ada di warung. Hal itu juga disaksikan oleh Sukini (62), juga melihat korban berada di warung pada pukul 10.00 WIB. Begitupun dengan Suyati (55) warga sekitar, Ia juga melihat korban di sebelah Gardu Pos Kampling sedang merokok sendirian.

Baca Juga :  Mobil Tabrak Pengendara Motor di Lampu Merah Ngawi Langsung Tewas

“Sekira pukul 12.00 WIB, Mardi pulang dari sawah masuk lewat pintu depan ternyata pintu dikunci dari dalam. Akhirnya, Mardi lewat pintu samping dan melihat korban sudah dalam posisi menggantung di blandar dapur rumah. Diduga korban nekat bunuh diri lantaran penyakitnya yang tak kunjung sembuh,” kata AKP Sukisman, Kapolsek Kedunggalar, Selasa (07/01).

Lebih lanjut Kapolsek Kedunggalar menjelaskan, selanjutnya memberitahukan kepada warga tetangga sekitar dan melaporkan kepada Kepala dusun diteruskan ke Polsek Kedunggalar di wilayah hukum Polres Ngawi.

“Menerima laporan dari warga, petugas Polsek Kedunggalar mendatangi TKP dan menurunan korban yang tergantung di kayu blandar. Selanjutnya, jenazah korban dibawa kerumah korban untuk dilakukan pemeriksaan medis untuk divisum oleh tim medis Puskesmas Gemarang,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua FORKI : Pandora Pemenang Medali Perak Porprov Jatim VI 2019, Bukan Atlit Instan

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan medis Puskesmas Gemarang, Dr. Esti menyatakan bahwa, pada jenazah korban tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan akibat penganiayaan. Sedangkan pada kemaluan korban, mengeluarkan sperma.

“Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menerimakan kematian korban sebagai musibah, serta keberatan untuk dilakukan otupsi pada Jenasah korban dengan membuat surat pernyataan,” tutp AKP Sukisman. (Endik)

 1,969 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!