UA-163642268-1

“Waspada” Potensi Bahaya Hidrometeorologi di Musim Penghujan


ARYA-MEDIA | JAKARTA – Sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada September dan Oktober 2021, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Dra Prasinta Dewi, MAP berharap kepada masyarakat agar dapat mencegah potensi bahaya hidrometeorologi melalui peringatan dini berbasis komponen struktur dan kultur.

Dijkutip dari BNPB Nasional, pemerintah sudah menyelenggarakan sistem peringatan dini yang efektif dan masif pada setiap tingkatan. Mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan kota bahkan masyarakat.

“Ini merupakan langkah pengurangan risiko bencana dan tindak lanjut amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 – 2024,” kata Prasinta Dewi, disampaikan dalam rapat koordinasi (Rakor) Peringatan Dini dalam Menghadapi Ancaman Bahaya Hidrometeorologi di Jakarta, Selasa (14/09/2021).

Baca Juga :  Ketum PP PBFI Minta PBFI Jatim Duduk Bersama dengan KONI Jatim

Dijelaskan Prasinta Dewi, berbicara tentang sistem peringatan dini, tentunya tidak terlepas dari dua komponen utama. Yaitu komponen struktur serta komponen kultur. Komponen struktur merujuk pada infrastruktur pengamatan dan monitoring, seperti yang telah dilakukan oleh lembaga teknis, seperti BMKG dan PVMBG. ”Komponen kultur, sebagai diseminasi peringatan dini dan kapasitas masyarakat,” jelasnya.

Komponen struktur adalah, lanjut Prasinta, merupakan institusi pemerintah seperti BMKG, PVMBG, Kementerian PUPR, dan sudah memiliki sarana prasarana monitoring yang cukup maju untuk bisa memberikan peringatan kepada para pemangku kepentingan maupun masyarakat.

“Namun, untuk komponen kultur terkait bagaimana warning bisa sampai ke masyarakat dengan cepat dan tepat serta bagaimana masyarakat harus bertindak terhadap warning yang diberikan, masih menjadi pekerjaan rumah besar kita semua termasuk di dalamnya BPBD,” ujarnya.

Baca Juga :  H. Nurhayat, SH : Operasi Bagian Kepala Korban Selama 4 Jam Berjalan Lancar.

Selain itu, Prasinta menekankan peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Pusat Pengendalian Operasi atau Pusdalops menjadi sangat penting. Ia pun juga berpesan, agar para pemangku kepentingan dapat menyampaikan informasi maupun melakukan koordinasi yang dibutuhkan untuk aksi dini atau early action di tingkat masyarakat.

Senada dengan Direktur Peringatan Dini BNPB Ir. Afrial Rosya, MA menyampaikan, peringatan dini berbasis masyarakat, salah satunya menitikberatkan pada kemampuan merespons informasi sebagai suatu peringatan dini sebagai parameter.

“Informasi ini dipastikan harus sampai dan dipahami oleh masyarakat, sehingga merespons informasi dengan evakuasi ke tempat yang aman,” ujar Afrial.

Baca Juga :  Magetan : Pasien Terconfirm Positip Covid-19 Bertambah 16 Orang

BNPB melalui Direktorat Peringatan Dini BNPB, selalu menyampaikan surat edaran peringatan dini terkait potensi bahaya hidrometeorologi. Pun secara berkala menginformasikan analisis prediksi banjir melalui laman dan Whatsapp Group.

“Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh BPBD untuk kesiapsiagaan dan konsolidasi antar para pemangku maupun mitra di tingkat local,” pungkasnya.

Sebagai informasi, rakor peringatan dini menghadapi ancaman bahaya hidrometeorologi ini dihadiri oleh BPBD provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Pada rakor tersebut BNPB menghadirkan dua narasumber yaitu Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dr Ir Dodo Gunawan, DEA dan Koordinator Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Dr Agus Budianto. (SMSI Siberindo)

Sumber: bnpb.go.id

 238 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!