WOW….!!! Tabloid Indonesia Barokah Sudah Beredar Di Magetan


ARYA-MEDIA, Magetan – Tabloid Indonesia Barokah yang menjadi perbincangan masyarakat, mulai beredar di Kabupaten Magetan. Tabloid yang diduga berisi ujaran kebencian tersebut, telah beredar di Masjid Al – Barokah, di Dukuh Brancang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, kabupaten Magetan, Kamis (24/1/2019).

Hal ini, diketahui pertama kali oleh Sumarno (75) Warga Rt.20 / Rw.05, Dukuh Brancang, Desa Sugihwaras, selaku pengurus kebersihan Masjid Al- Barokah. Ia mengaku telah menemukan amplop warna coklat saat persiapan sholat dzuhur. Dan setelah dibuka, ternyata berisi sebuah Tabloid Indonesia Barokah berjumlah 2 eksemplar.

Baca Juga :  Pilkada 2020 : Bupati Ngawi Serahkan Dana Hibah 39 Milyar Kepada KPU dan Bawaslu

“Saya tidak tahu asal muasalnya, disaat mau bersih-bersih masjid saya menemukan amplop coklat ternyata berisi tabloid tersebut”, kata Sumarno Kamis (24/1).

Merasa was was dan curiga, Sumarno langsung menghubungi Babinsa setempat melalui aparat TNI yang berada di sekitar wilayah Desa tersebut. “Saya langsung memberitahu Pak Suwartoyo dan Wahyudi selaku aparat TNI dan juga Babinsa, dan langsung dilanjutkan ke Bawaslu”, terangnya.

Baca Juga :  PH Seorang Dokter Tuding Kejaksaan Negeri, Bahwa Proses Penahanan Kliennya Tidak Sesuai Prosedur

Ditempat berbeda, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Magetan melalui Kordiv Penindakan dan Hubungan antar Lembaga (PHL) Muris Subiyantoro membenarkan, bahwa dirinya telah menerima laporan ada dua buah Tabloid Indonesia Barokah yang beredar disalah satu Masjid di Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati.

“Saat ini masih kita selidiki dulu. Kami akan pelajari polanya, seperti tempat dan jumlahnya, dimana dan berapa, pola pengirimannya seperti apa, serta kategori tempat ibadahnya, masjid atau mushola”, jelas Muris kepada awak media (24/1).

Baca Juga :  Berikan Apresiasi, Bupati Magetan Lepas 3 Pejabat Purna Tugas

Sementara, terkait adanya dugaan unsur hinaan dan kebencian, pihak Bawaslu masih melakukan kajian bersama penegak hukum terpadu (Gakkumdu). Serta menunggu kebijakan dari Bawaslu RI sebagai instruksi tindakan selanjutnya. (tim/redk)

 854 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!