UA-163642268-1

Wujud Sinergitas KPK Polri, Bupati Nganjuk Tejaring OTT Kasus Suap Jual Beli Jabatan


ARYA-MEDIA | JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bersama Bareskrim Polri bersinergi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), atas kasus Tindakan Pida Korupsi (Tipikor), oleh Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk. 

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, penangkapan Bupati Nganjuk merupakan wujud sinergitas antara KPK dan Polri dalam mengungkap perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah.

“Ini pertama kali dalam sejarah, bahwa KPK bersama Bareskrim Polri, mengungkap kasus dugaan suap kepala daerah,” kata Argo, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Baca Juga :  Bangli Warem Dan Cafe Di Maospati, Akhirnya Rata Dengan Tanah

Argo menjelaskan, lembaga antirasuah dan Korps Bhayangkara bersinergi mulai dari pelaporan, penyelidikan, pengumpulan data, hingga sampai OTT secara bersama-sama.

“Sinergitas antar lembaga penegak hukum ini akan terus kita lakukan dan akan terus dipertahankan agar jauh lebih baik lagi,” jelasnya.

Sebagai informasi, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, ditetapkan sebagai tersangka setelah tertangkap tangan oleh KPK bersama Bareskrim Polri di Ngajuk, pada Senin (10/5) lalu.

Baca Juga :  Update 24 Juli : 2 Warga Magetan Sembuh dan 2 Orang Lainnya Positif Covid-19

Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti sejumlah uang yang turut disita.

Selain Bupati Nganjuk, enam orang lainnya juga ditetapkan tersangka. Diantaranya adalah Camat Pace (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro (ES), Camat Berbek (HY), Camat Loceret (BS), mantan Camat Sukomoro (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M, yang diduga ikut memperlancar tindakan dari tikus berdasi tersebut. (Redk)

 265 total views,  10 views today

Baca Juga :  Kerja Bakti Bersama Meningkatkan Budaya Gotong Royong


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!