UA-163642268-1

Antisipasi Cluster Baru, Polres Magetan Lakukan Rapit Test Bagi Pengunjung Luar Daerah


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Jelang tahun baru 2021, Polres Magetan melakukan Rapidtest Antigen kepada masyarakat yang berkunjung ke Magetan di beberapa titik lokasi wilayah kabupaten Magetan. Hal itu dilakukan, sebagai upaya untuk menekan penyebaran covid-19 di Magetan.

Sasaran rapit tes tersebut ditujukan kepada para pendatang dari luar kota Magetan, dengan menyasar tempat-tempat umum yaitu Terminal Maospati Magetan dan daerah puncak lawu wisata Sarangan dan Mojosemi Forest Park. Kamis (31/12/2020).

“Rapit tes dimulai dari terminal Magetan dengan sasaran para penumpang bis umum dan kendaraan pribadi dari luar kota,” kata Kapolres Magetan, AKBP Festo Ari Permana, saat meninjau pelaksanaan Rapidtest Antigen di terminal Maospati Magetan.

Baca Juga :  Tindak Pidana Korupsi Kades Sempol Di Vonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Petugas yang terdiri dari gabungan jajaran Forkopimda Magetan, selain melakukan Rapidtest bagi para pendatang, juga menanyakan surat keterangan kesehatan dari daerah asalnya. “Harapannya, dengan kegiatan ini masyrakat sadar akan protokol kesehatan, sehingga bisa memberikan jaminan kepada masyarakat yang datang supaya tidak tertular virus coivd-19,” ungkap AKBP Festo Ari Permana, Kamis (31/12).

Baca Juga :  Grebeg Pring Urip 2018 : Sajikan Berbagai Musik Teretrikal Dan Tari Kontemporer Perform Maksimal

Dari hail pemeriksaan Rapittest Anti Gen di beberapa tempat tersebut, dua (2) tempat tidak ditemukan adanya pengunjung dengan hasil non reaktif. Namun demikian, terdapat 9 orang pengunjung dari luar kota Magetan dinyatakan reaktif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan, Joko Trihono menjelaskan bahwa, pemerintah telah melakukan pembatasan bagi pengunjung Telaga Sarangan. Sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Jatim dan SE Bupati Magetan menyatakan bahwa, kunjungan pada daerah cluster orange kurang lebih 50 persen okupansi destinasi wisata, baik obyek wisata Sarangan maupun tempat wisata yang dikelola oleh pihyak swasta.

Baca Juga :  PDIP Resmi Usung Cucu Bung Karno, Dampingi Gus Ipul Dalam Pilgub Jatim

“Kita tidak ingin kecolongan, terhadap cluster yang masuk dari luar daerah untuk menambah cluster baru di Magetan. Apabila destinasi wisata penuh, makan petugas bisa menutup pintu masuk, sehingga para pengujung Sarangan dapat memilih obyek wisata lain,” jelas Joko Trihono. (Rwy/Ren)

 965 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!