UA-163642268-1

Desa Malioboro Hadir di Magetan, “Malikan” Wujudkan Desa Wisata


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Nuansa kawasan Malioboro, tidak hanya berada di sudut kota Magetan, Madiun, dan Ngawi Jawa Timur. Namun, eksotis keindahan Malioboro juga dilirik oleh Pemerintah Desa (Pemdes) untuk menghiasi wilayah desanya sebagai desa wisata.

Desa Malioboro kali ini, hanya satu-satunya di Magetan, berada di wilayah Desa Kauman Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan. Malioboro Kauman atau disebut dengan “Malikan”, memiliki ciri khas seperti layaknya kawasan Jalan Malioboro di Yogyakarta Jawa Tengah.

Dengan memanfaatkan Dana Desa (DD), Kepala Desa (Kades) Kauman, Dhimas Galing Sasongko, ST., berimajinasi mewujudkan Desa Malikan yang dibangun mulai sejak 1 (satu) bulan lalu. Selain untuk memperindah suasana perkantoran pemerintah desa, Mallikan juga dilengkap dengan Taman Garuda sebagai taman bermain bagi masyarakat.

Baca Juga :  Berita Duka, Wakil Ketua DPRD Magetan Meninggal Dunia

“Konsepnya sengaja kita buat menyerupai kawasan Malioboro Yogyakarta. Karena selain indah, tujuan kami adalah untuk membuat desa wisata,” ujar Dhimas, saat ditemui di Kantor Desa Kauman, Kamis (29/07/2021).

Suasana “Malikan” Saat Siang Hari, di Desa Kauman, Kec Karangrejo, Kab Magetan. (Foto : Rendra.S)

Menurut Dhimas, selain untuk menciptakan desa wisata di Kabupaten Magetan, Malioboro Kauman (Malika) memiliki hubungan erat dengan seni tradisional, karena wilayah Desa Kauman merupakan sentra industri produksi gamelan. “jadi, apabila ada pengunjung yang akan memesan gamelan, mereka juga dihibur dengan Malika, karena seperti jalan-jalan di Yogyakarta,” jelasnya.

Baca Juga :  Korban Tabrak Lari di Ngawi Akhirnya Meninggal Dunia

Dari pantauan Arya Media di lokasi, terdapat keindahan tersendiri di waktu tengah malam. Selain dihiasi gemerlapnya lampu sorot gantung di sepanjang jalan, Malikan juga dilengkapi tempat duduk untuk nongkrong dan bersantai layaknya di kawasan Malioboro sesungguhnya. Namun sayangnya, tempat duduk tersebut masih jarang diduduki oleh warga Desa Kauman, karena masih menghadapi Pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Volume Kendaraan Menurun 53 Persen, Pos Penyekatan Dinilai Efektif

“Rencananya kedepan, akan kita berikan sajian hiburan sederhana dengan musik tradisional, serta mengijinkan warga untuk berjualan di sepanjang jalan dan sekitaran taman garuda,” pungkas Kades Kauman. (Ren)

 39,813 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!