UA-163642268-1

Diduga Epilepsi Kambuh, Seorang Kakek Ditemukan Tenggelam di Sungai


ARYA-MEDIA | NGAWI – Korban Imam Hambali (58), warga Desa Jengrik Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi Jawa Timur, ditemukan meninggal tenggelam dan kaku, di Sungai Bengawan Solo desa setempat, Senin (15/02/2021).

Hasil informasi yang dihimpun, sekira pukul 06.00 WIB, keluarga korban Sugi Lestari (39), dipamiti korban untuk berangkat kerja di pekarangan milik tetangga sambil membawa cangkul.

Sekira pukul 09.00 WIB, pemilik lahan Dami (70), sangat cemas dan mencari korban untuk mengantarkan makanan. Namun, sesampainya di lokasi perkarangan yang terletak di pinggir Bengawan Solo, saksi hanya melihat cangkul dan rokok milik korban.

Baca Juga :  Pemkab Bentuk Tim 11 Cegah Penyebaran Covid-19 di Magetan

Karena korban tidak kunjung datang saat dipanggil oleh Dami, akhirnya berinisiatif memanggil warga sekitar untuk minta bantuan mencari korban.

“Setelah saya bersama warga mencari di sekitar lokasi, saya curiga korban tenggelam, saya memberanikan diri terjun di pinggiran Bengawan Solo untuk mencari korban,” kata Pardi, warga sekitar yang rumahnya dekat dengan lokasi tersebut.

Baca Juga :  Vaksinasi Periode ke-2, Bupati dan Wakil Bupati Magetan Terima Vaksin Sinovac Perwakilan Lansia

Sekitar 15 menit pencarian, kaki kiri saksi (Pardi red), mengenai sesuatu benda yang berada di dasar sungai. “Setelah saya angkat ternyata tubuh korban yang sudah kaku dan meninggal dunia. Karena berat saya panggil Samsul untuk mengangkat jenasah korban untuk dibawa ke rumahnya,” ungkap Pardi kepada Arya Media, Senin (15/2).

Sementara itu, mendapati laporan dari warga masyarakat, Kapolsek Kedunggalar Akp Sukisman, bersama petugas medis, mendatangi lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan.

Baca Juga :  Asah Kemampuan, Prajurit Kodim Magetan Lakukan Latihan Menembak

“Kami masih mendalami peristiwa tersebut dengan memeriksa beberapa saksi. Kami juga minta keterangan dari Pemilik lahan dan keluarga korban,” ujarnya (15/2).

Hasil Identifikasi terhadap tubuh korban, terdapat luka di bagian muka atau tempurung kepala bagian belakang. Selain itu, dari keterangan pihak Keluarga, korban juga mempunyai riwayat penyakit epilepsi.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis Gemarang, tidak ditemukan tanda-tanda akibat penganiayaan. Diduga, korban meninggal akibat tenggelam saat penyakit epilepsi sedang kambuh,” jelas Kapolsek Kedunggalar. (Endik/Redk)

 910 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!