UA-163642268-1

Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Warga Keluhkan Pusing dan Muntaber


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Acara buka puasa bersama yang dilakukan rutin setiap tahun oleh warga Desa Plumpung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, telah membawa petaka. Pasalnya, usai acara tersebut puluhan warga desa setempat mengalami keracunan masal, pada hari Selasa (27/4/2021) kemarin.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Desa Plumpung, Jaelani Wahyudiarto, membenarkan kejadian tersebut. Diduga, puluhan warganya mengalami keracunan setelah buka puasa bersama di Masjid An-Annur Dukuh Tawing Desa Plumpung.

“Saat ini tercatat 27 orang yang dirujuk ke Puskesmas Plaosan dan Klinik Muhammdiyah Pacalan. Mereka telah mendapatkan perawatan medis secara intensif,” ujarnya, Rabu (28/4).

Baca Juga :  HIPPA “BANCONG “ Desa Dagangan Madiun Dapatkan Program P3TGAI Sebagai IBM

Terpisah, salah satu warga Desa Plumpung, Mbah Nani juga mengatakan, kejadian tersebut diketahui setelah warga mengalami muntah berak (muntaber) usai mengikuti acara bukber di desanya.

“Setelah itu terus bertambah, dan tidak menutup kemungkinan korban keracunan bisa bertambah hingga ratusan, karena undangan bukber sekitar 100 lebih,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Plaosan dr. Siti Sumarni menjelaskan bahwa, beberapa pasien yang mengalami keracunan tersebut, mengalami gejala pusing dan muntah disertai berak. Ia pun belum bisa memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.

Baca Juga :  Bupati Magetan : PPKM Diperpanjang Sampai 8 Februari 2021

“Saat ini belum bisa dipastikan penyebabnya, karena belum dilakukan uji sampel pada makanan dan cairan yang dikomsumsi korban,” jelaanya, (28/4).

Selain itu, korban keracunan masih terus bertambah. Namun, sebagian warga dalam kondisi membaik setelah mendapatkan perawatan.

“Semoga korban tidak bertambah mas, mengingat acara bukber dihadiri banyak masyarakat,” pungkas Kepala Puskesmas Plaosan. (Ren)

 6,063 total views,  2 views today

Baca Juga :  Parkir Di Trotoar, Puluhan Motor Ditertibkan Satpol PP


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!