UA-163642268-1

Forkopimda Jatim Gelar Anev Kasus Covid-19 Khusus Bangkalan Zona Merah


ARYA-MEDIA | BANGKALAN – Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan Madura, membuat jajaran Forkopimda Jatim menggelar rapat koordinasi penanganan Virus Corona. Senin malam (14/06/2021).

Selain penyebaran virus corona sudah menyebar secara global, Covid-19 varian baru B1617 asal India, telah terdeteksi dan menyebar secara lokal di Bangkalan Jawa Timur.

Pangdam V/Brawijaya yang ikut dalam rapat tersebut mengatakan, ada penambahan kasus baru Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, yakni berjumlah 65 orang dengan kasus aktif 539 orang, yang terpusat di 3 Kecamatan, yakni Arosbaya, Bangkalan dan Klampis.

“Laksanakan penyekatan di perbatasan Bangkalan dan Surabaya dengan melaksanakan swab antigen terhadap seluruh masyarakat dari Madura. Ini untuk meminimalisir penyebaran covid-19 di wilayah Jawa Timur,” kata Mayjend TNI Suharyanto, Senin (14/06).

Baca Juga :  Update Covid-19 Tanah Air : Jumlah Akumulatif Pasien Positif Sebanyak 42.762

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menegaskan bahwa, menangani kasus lonjakan covid-19 di Bangkalan diperlukan pelaksanaan 3T dan 5M secara ketat, khususnya di zona merah. “Seperti penutupan tempat makan dan tempat ibadah dan perketat operasi yustisi,” tegasnya.

Selain itu, pembagian masker dan bansos kepada masyarakat, serta penggalangan terhadap tokoh agama dan masyarakat sangat diperlukan untuk menghimbau warga agar patuh protokol kesehatan

“Publikasikan kepada masyarakat, setiap langkah-langkah yang telah dilakukan oleh satgas covid-19 dalam menanggulangi lonjakan kasus di Kabupaten Bangkalan. Apabila dalam beberapa hari kedepan angka covid-19 di Bangkalan masih tinggi, perketat penyekatan,” jelas Irjen Pol Nico Afinta, (14/06).

Baca Juga :  Kiprah Kodim 0804 Kabupaten Magetan

Di sisi lain, Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan covid-19 Jatim, Dr. Joni Wahyuhadi memaparkan. Dari hasil pemeriksaan sampel pada 6 Juni, ditemukan virus varian baru B1617 asal India di Bangkalan, bahwa terkonfirmasi warga Bangkalan adalah non Pekerja Migran Indonesia (PMI). “Varian baru asal India ini sudah tersebar secara lokal,” paparnya.

Sementara, sampai saat ini, Kabupaten Bangkalan diberlakukan tanda stiker merah di depan rumah warga, untuk menandakan bahwa rumah tersebut digunakan isolasi mandiri pasien covid-19.

Baca Juga :  PTBA Dukung Program 100 Gerobak Peduli UMKM Bersama SMSI Sumsel

Sebagai informasi, sesuai data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kbupaten Bangkalan, tercatat di RSU Bangkalan jumlah Tempat Tidur (TT) yang tersedia ada 184 TT. Sedangkan RSUD Bangkalan sebanyak 171 TT, dan ruang isolasi terisi 134 TT. Sementara, BOR ICU 13 TT terisi 5 TT.

Balai diklat penampung pasien positif tersedia 74 TT. Ada 10 pasien, 50 proses
evakuasi dengan total 60 pasien. Sedangkan BLK menampung PMI yang meneruskan isolasi 5 hari, tersedia 50 TT, dan terisi 17 penghuni sedang menunggu hasil PCR. (Redk)

 202 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!