UA-163642268-1

Forkopimda Jatim Pantau Terus Wilayah Bangkalan, Upaya Pencegahan di Zona Darurat Covid


ARYA-MEDIA | BANGKALAN – Setelah Kabupaten Bangkalan dinyatakan darurat Covid-19, Forkopimda Jatim terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), guna mengantisipasi penyebaran virus corona lebih meluas.

Melonjaknya kasus Covid-19 yang tersebar di 4 kecamatan diantaranya Kecamatan Bangkalan, Arosbaya, Klampis, dan Geger, Pemda bersama Pemprov Jatim, akan menerapkan micro lockdown di 4 kecamatan tersebut sebagai zona darurat Covid-19.

Selain itu, pemerintah akan menyiapkan 1 rumah sakit rujukan di daerah Bangkalan, 1 rumah sakit lapangan di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – Madura (BPWS), dan menyiapkan 6 rumah sakit rujukan di Surabaya.

Baca Juga :  Edarkan Pil Trax, Warga Dusun Rejeng Ditangkap Polisi

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi dengan Kapolres Tanjung Perak maupun Kapolres Bangkalan, untuk melakukan penyekatan di jalur perbatasan, sebagai upaya mengantisipasi penyebaran covid-19

“Kita juga mendirikan pos penyekatan di dua sisi, pintu masuk Madura maupun Surabaya, dengan melakukan Swab Antigen On The Spot,” ujar Kapolda Jatim, didampingi Gubernur dan Panglima TNI, Minggu (06/06).

Baca Juga :  Penambang Pasir Dengan Mesin Diesel, Digrebek Polisi

Dari data sementara hasil penyekatan dan Swab Antigen On The Spot, terdapat 73 reaktif, selanjutnya dilakukan swab PCR dengan hasil 17 positif. “Semua pasien dirujuk ke rumah sakit Lapangan Indrapura Surabaya, untuk mendapatkan penanganan,” jelas Nico kepada awak media.

Sementara itu, masyarakat Bangkalan maupun Surabaya yang hendak melakukan perjalanan diwajibkan membawa surat bebas Covid-19. (Diwajibkan harus bawa surat keterangan bebas covid,” tegas Kapolda Jatim, Minggu (0606).

Nico juga berharap, kepada seluruh masyarakat khususnya di Bangkalan, untuk memahami penanganan covid dengan menerapkan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan 5M (Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menghindari Kerumunan, Mengurangi Mobilitas).

Baca Juga :  Kobaran Api Muncul Akibat Konsleting Listrik, Rumah Beserta Isi Habis Terbakar

“Tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda harus ikut berperan aktif memberikan edukasi dan mengoptimalkan PPKM Mikro, terutama RT RW yang ada warganya positif aktif, untuk melakukan tracing terhadap interaksi pasien positif dengan warga sekitar,” pungkasnya. (Redk)

 302 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!