UA-163642268-1

Gelar Pahlawan Nasional, Gubernur Jawa Tengah Dukung Ali Sastroamidjojo


ARYA-MEDIA | SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung usulan gelar Pahlawan Nasional untuk Ali Sastroamidjojo, karena bukan hanya isapan jempol belaka. Dukungan tersebut disampaikan Ganjar saat menghadiri acara seminar nasional melalui daring, terkait pengusulan gelar pahlawan nasional Ali Sastroamidjojo, di kantornya, Jumat (30/7/2021).

Ganjar bercerita, saat dirinya didatangi cucu Ali Sastroamidjojo, yang menyampaikan soal pengusulan gelar pahlawan tokoh berjuluk Sang Perdana Menteri itu.

“Saya kira kalau lihat dari catatannya udah lengkap banget. Pertanyaannya gampang saja, kalau orang Jawa kayak saya gini, di kampung gitu ya, melihatnya pakai perasaan aja. Pakai perasaan aja udah cukup itu,” ucap Ganjar.

Menurutnya, ketokohan Ali Sastroamidjojo, tidak ada orang yang tidak mengenal jasa-jasanya, dalam pemerintahan Indonesia di masa Presiden Soekarno. “Siapa sih orang yang dikenal Ali Sastroamidjojo? Bagaimana anak-anak muda yang dulu sekolah di Belanda yang diceritakan dalam bukunya itu,” ujarnya..

Baca Juga :  Kemeriahan Lomba Parade Drum Band Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-73

Sepak terjang Ali membawa nama Indonesia di kancah internasional, seperti Konferensi Meja Bundar, Konferensi Asia Afrika, adalah sedikit dari bukti yang dinilai Ganjar membuat Ali Sastroamidjojo pantas jadi Pahlawan Nasional

“Saya kira menjadi sebuah kewajaran, seorang yang memang sudah berjuang untuk bangsa dan negara. Beliau adalah putra terbaik yang sangat-sangat sedikit yang mendedikasikan dirinya untuk bangsa dan negara,” tegasnya.

Apalagi, lanjut Ganjar, momennya bertepatan mendekat bulan kemerdekaan Indonesia yakni bulan Agustus. Ganjar berharap, seluruh persyaratan akan segera terpenuhi dan gelar Pahlawan Nasional itu segera diberikan.

Baca Juga :  Paripurna DPRD Magetan, Penjelasan LKPJ Bupati Magetan Tahun 2020

“Saya akan coba bantu komunikasi, ah siapa tahu di bulan Agustus ini beliau bisa menjadi pahlawan dan itu akan bisa menjadi kebanggaan bagi semua orang,” tandasnya.

Sebagai informasi, Ali Sastroamidjojo adalah tokoh kelahiran Magelang, 21 Mei 1903. Ali merupakan tokoh politik, pemerintahan, dan nasionalis. Ia mendapatkan gelar Meester in de Rechten dari Universitas Leiden, Belanda pada 1927. Ia juga adalah Perdana Menteri Indonesia ke-8 yang sempat dua kali menjabat pada periode 1953-1955 dan 1956-1957.

Selain itu, Ali juga sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Penerangan pada Kabinet Presidensial I, Menteri Pengajaran pada Kabinet Amir Sjarifuddin I. Amir Sjarifuddin II, serta Hatta I, dan Wakil Ketua MPRS pada Kabinet Kerja III, Kerja IV, Dwikora I, dan Dwikora II.

Baca Juga :  Beredar Regulator Tak Ber SNI, Polda Jatim Tangkap Produsennya

Semasa bersekolah, Ali Sastroamidjojo, juga aktif dalam organisasi pemuda, seperti halnya organisasi Jong Java (1918-1922) dan Perhimpunan Indonesia (1923-1928). Karena aktivitasnya, ia ditahan pada 1927 oleh Polisi Belanda bersama-sama dengan Mohammad Hatta.

Ali juga mengharumkan nama bangsa Indonesia dalam berbagai peristiwa penting di kancah internasional. Salah satunya, saat menjadi delegasi Indonesia di Konferensi Meja Bundar, Belanda dan pada 1955. Dia menjadi ketua umum Konferensi Asia Afrika di Bandung, dan meninggal dunia di Jakarta pada 1976. (cr1/Redk)

Sumber : siberindo.co

 279 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!