UA-163642268-1

Guru SMK Ciptakan 207 Lagu Jawa di Kala Pandemi


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Selama masa pandemi covid 19 berlangsung, tak mengurangi kreativitas Poedianto, seorang Guru SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya, dengan menulis lirik dan lagu Jawa.

Semangat nguri-uri seni budaya tradisi, setidaknya sudah menghasilkan sebanyak 207 lagu-lagu Jawa. Pun dilantunkan sendiri dengan gitar usang yang dimilikinya.

Lagu-lagu ciptaan Poedianto diberi judul diantaranya, Guru, Wartawan, Dina Becik, Sepi, Ra Bisa Diaboti, Mung Sliramu, Rembulan Dadi Seksi, Tresnaku Trenamu, Kembang Mawar, Rukun, Yen Kowe Nesu, Bali Ning Desa, Bebungahe Ati, Pramuka, Sregep Sinau, Ngungsi dan banyak lagi.

“La wong saya tidak ingin jadi penyanyi. Suara saya jelek dan performen saya juga sudah tua. Saya hanya mencipta lagu-lagu Jawa,” kata Pak Poedi, panggilan kesehaiannya.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Di Selokan Pertanian Gegerkan Warga Songgon

Lebih jauh pria yang rambutnya sudah memutih ini mengungkapkan, lagu-lagu ini hanya sebagai karya dasar. Tetapi apabila ada penyanyi yang berkenan, boleh manyanyikan lagu-lagu tersebut.

“Silahkan saja. Semuanya sudah ada di youtube,” ungkapnya tatkala ditanya oleh teman guru sejawatnya, ketika usai memberi pelajaran murid-murid dengan daring di ruang guru baru-baru ini.

Tema lagu ciptaannya, banyak mengangkat kehidupan sehari-hari. Ada tema pendidikan, persahabatan, rumah tangga, asmara dan tema lainnya. Pecinta seni tradisi wayang kulit, ludruk, janger, ketoprak, keroncong, langgam, campur sari ini, Poedi menyebut, juga sudah menulis berbagai cerita rakyat, legenda, ephos, dan cerpen.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Hadiri Musrenbang RKPD Pemkab Magetan, Tinjau Potensi Bumi Mageti

Misalnya cerita dengan judul Sang Guru, Perawan Sendang Madu, Cinta Suci di Kaki Gunung Wilis, serta berbagai cerpen sosial. Bahkan, beberapa karya tulis tersebut dipakai untuk lakon Ludruk RRI Surabaya dan tema obrolan budaya RRI Surabaya.

Sementara itu, karya-karya Poedianto ditulis saat waktu luang, yaitu di tengah-tengah kesibukan tugas-tugas guru dari sekolah tempatnya mengabdi.

“Saya memang suka menulis. Menulis apa saja yang berkaitan dengan seni dan budaya. Saya juga pernah menulis di majalah pendidikan milik Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yaitu Majalah Info, Majalah Bende, Majalah Media dan media pendidikan lainnya,” paparnya.

Baca Juga :  Forkopimda Bojonegoro Tinjau Kali Ingas Pasca Terjadinya Tanggul Jebol

Lebih lanjut, guru yang suka humor ini mengatakan, bahwa seni budaya tradisi diajarkan di setiap jenjang pendidikan. Dari tingkat pendidikan dasar sampai tingkat pendidikan atas. Mulai dari seni tari, menyanyi, kerawitan, pedalangan dan seni lainnya. “Sebab garda terdepan melestarikan seni budaya tradisi ialah sekolah-sekolah,” tambahnya.

Untuk menikmati lagu-lagu ciptaan Poedianto, bisa dilihat di chanel youtube ; “Poedianto SH”. (**)

 17,573 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!