UA-163642268-1

Ibas Yudhoyono Raih Gelar Doktor di IPB, Bupati Suprawoto : Betapa Pentingnya Pendidik Dalam Meraih Kesuksesan


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) atau dikenal dengan sebutan Ibas Yudhoyono, meraih sukses pendidikan dengan gelar doktornya.

Putra kedua dari mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, telah resmi meraih gelar doktornya di Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan nilai cumlaude.

Wakil Ketua Umum Parta Demokrat, Ibas Yudhoyono, yang juga sebagai anggota DPR RI tersebut, hari ini melakukan Sidang Promosi Gelar Doktor secara online, dengan tema disertasi “Strategi Pembiayaan dan Investasi untuk Pengembangan Pariwisata Terpadu yang Berkelanjutan dan Inklusif”, Kamis (10/06/2021).

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 : Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Pasaran Berbeda Dengan Tahun Sebelumnya

Acara yang digelar oleh Elit Demokrat dengan nonton bareng (nobar) secara online tersebut, disambut baik dari berbagai kalangan dari seluruh Indonesia. Sehingga membuat Ibas Yudhoyono kebanjiran ucapan dari berbagai lapisan masyarakat.

Sementara, Bupati Magetan Suprawoto, yang ikut menyaksikan Sidang Promosi Gelar Doktor EBY, juga memberikan ucapan selamat atas keberhasilan Ibas meraih pendidikan S3 nya, dengan program studi Manajemen Studi di IPB Bogor.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Terjang Magetan, 6 Bangunan Rusak Parah

” Selamat kepada Mas Ibas atas keberhasilannya menempuh pendidikan S3 di IPB Bogor,” kata Suprawoto, saat memberikan sambutan ucapan selamat usai nobar di rumah makan Harmadha Joglo Magetan, Kamis (10/06).

Berkaca dari EBY yang telah berhasil meraih pendidikan S3 nya, Bupati Suprawoto menyebut, ini menjadikan pembelajaran bagi kita semua bahwa betapa pentingnya sebuah pendidikan. “Karena dengan pendidikan menjadikan kita meraih kesuksesan,” terangnya.

Baca Juga :  Antisipasi WBC, Babinsa Sobontoro Bantu Petani Semprot Padi

Selain itu, Bupati juga menjelaskan, dikutip dari seorang ahli mengatakan bahwa “orang miskin akan tetap bodoh, dan orang bodoh akan tetap miskin”. Ungkapan tersebut mengungkapkan betapa pentingnya akses pendidikan sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia. Seperti di Kabupaten Magetan, karena sedikitnya perguruan tinggi di wilayah Jawa Timur bagian Barat.

“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena dengan akses pendidikan yang baik, tentu akan menjadi hope atau harapan generasi kita untuk menjadi lebih baik,” tutup Bupati Magetan. (Ren)

 16,412 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!