UA-163642268-1

IPK Demo TAF Tarik Kendaraan Modus Bujuk Rayu


ARYA-MEDIA | KEDIRI – Satu hari menjelang Bulan Puasa Ramadhan, Ikatan Pemuda Kediri (IPK) melakukannya aksi Demo kepada Toyota Astra Finance (TAF) dan Otoritas Jasa Keuanga, pada hari Senin (12/4/2021).

Mereka berkumpul di Hayam Wuruk dengan mengelar Orasi dan membentangkan Spanduk yang bertuliskan ‘OJK Kerjamu Apa’ dan ‘Awas Bahaya Laten Mafia Leasing’. Para pendemo mengasumsikan si tangan besi jasa keuangan dengan aturan sepihak tanpa mempertimbangan UU Fidusia.

Dalam orasinya Tomi Ari Wibowo selaku Ketua IPK mengatakan, di masa pandemi ini pihak leasing telah melakukan perbuatan sewenang wenang kepada nasabah. “Dimana nasabah yang sudah meninggal bukannya diurusi Asuransi nya, tapi justru melakukan penarikan unit kendaraan dengan modus bujuk rayu,” ujarnya.

Baca Juga :  Lomba SIMOKOS : Adu Ketangkasan Dalam Menarik Minat Pembaca

Perlu diketahui, karena masih di masa Pandemi pihak IPK menyetujui saran dari Polres Kediri Kota, yaitu adanya mediasi di kantor TAF finance yang dihadiri oleh pihak OJK. Dan akhirnya beberapa perwakilan menuju Kantor TAF finance yang juga dihadiri oleh Kepala OJK Kediri.

Sementara, dalam mediasi tersebut pihak TAF mengakui bahwa memang benar ada asuransi jiwa dalam proses kredit tersebut. “Ada miss komunikasi sehingga ada penarikan,” kata perwakilan pihak TAF, diungkap dalam mediasi bersama IPK.

Baca Juga :  PPDB di Masa Pandemi Covid-19, Pendaftaran Sekolah Dilakukan Offline dan Online

Menanggapi hal itu, Tomi selkau perwakilan nasabah sangat menyayangkan penarikan mobil oleh TAF yang dinilai sewenang-wenang. Karena dari 60 bulan angsuran nasabah sudah melakukan 47 kali angsuran, dan harusnya membantu nasahab menlakukan klaim Asuransi. “Kami meminta mobil segera dikembalikan,” tegasnya.

Karena tidak ada titik temu, Tomi berkometmen akan terus mengawal kasus tersebut kepada Pihak OJK, dan akan menempuh jalur hukum untuk meminta keadilan. “Bapak Presiden Jokowi saja sudah memerintahkan kepada perusahaan leasing untuk tidak menarik unit kendaraan dan mengunakan jasa Dept Colektor, tapi masih saja ada pelangaran yang di lakukan oleh perusahaan leasing,” pungkasnya.

Baca Juga :  Persiapan Menyambut Tim Mabesad Tinjau TMMD 102

Sebagai informasi, Tomi Ari Wibowo Selaku kordinator perwakilan konsumen mendapatkan keluhan dan aduan mari masyarakat selaku kreditur Toyota Avansa 2016, dengan PK (Perjanjian Kredit) Atas nama Susmono, STNK A/n Luluk. Dari pengakuannya, pihak kreditur sudah membayar angsuran ke 47 dengan durasi tenor 60 kali angsuran. Sedangkan pada Bulan Juli 2020, pemegang PK meninggal dunia, dan kredit terus berjalan hingga sampai terjadi penarikan kendaraan. (Pr@/Uli)

 398 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!