UA-163642268-1

Kapolri Paparkan 5 Manajemen Kontijensi Tangani Zona Merah


ARYA-MEDIA | JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, telah menyiapkan beberapa manajemen kontijensi terkait dengan penanganan Pandemi Covid-19 untuk 13 zona merah Kabupaten/Kota di Indonesia.

Menurutnya, hal itu sesuai dengan azas Salus Populi Supreme Lex Esto atau keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi.

Manajemen kontijensi yang pertama adalah, penjagaan kampung atau RT yang sudah menjadi klaster. Dalam hal ini, Sigit menyebut, Polri bakal melakukan penjagaan dan patroli pada lokasi PPKM Mikro atau Desa dengan penambahan pasukan dari Polda dan Mabes Polri sesuai dengan pembagian zonanya masing-masing.

“Langkah manajemen kontijensi, Polda buat supervisi dari pejabat ke Polres. Melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan
berkala, sesuai zonasi yang sudah ditentukan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Baca Juga :  Penutupan Tempat Wisata dan THM Magetan Diperpanjang Lagi...

Kedua, manajemen Tracing dan ketersediaan Swab Antigen. Yakni, personel TNI-Polri melakukan percepatan Swab PCR setelah dinyatakan reaktif ketika proses pengetesan Swab Antigen. “Bagi warga yang positif Swab Antigen dilakukan test Swab RT-PCR per 5 hari, baik yang gejala maupun OTG,” ujar Kapolri.

Ketiga, manajemen RT-PCR dan peningkatan kecepatan hasil Laboratorium, salah satunya adalah mengerahkan mobil RT-PCR. “Dengan adanya bantuan dari Laboraturium dan mobil RT-PCR, diharapkan hasil tes dapat diterima lebih cepat. Yang tadinya 3-5 hari menjadi kurang lebih 1-2 hari,” jelas mantan Kabareskrim Polri, Senin (07/06).

Baca Juga :  AJang Silaturahmi : Sosialisasi Kepalangmerahan Serta Penutupan Bulan Dana Tahun 2018

Keempat, dengan melakukan penyiapan manajemen pasien yang reaktif atau positif sebGai penentuan isolasi mandiri dan rujukan ke Rumah Sakit (RS). “Untuk masyarakat Jawa Tengah, yang melakukan isolasi mandiri nantinya bakal langsung di evakuasi ke tempat rujukan yang telah disiapkan,” terang Kapolri.

Sementara itu, evakuasi yang saat ini melaksanakan isolasi mandiri di rumah, semuanya dialihkan ke Asrama Haji Donoyudan sebagai rujukan isoma pusat di Jateng. Dengan alokasi 800 tempat tidur, lengkap dengan tenaga kesehatan dan penjagaan ketat TNI-Polri.

Baca Juga :  Akibat Hujan Disertai Angin, Pohon Berdiameter 60 Cm Ambruk Menutupi Jalan Utama

Terakhir, lanjut Sigit, bakal melakukan manajemen evakuasi pengangkutan pasien positif apabila semakin banyak, dan klaster keluarga yang meluas.

“Penggunaan masker dengan disiplin akan dapat menekan angka penyebaran virus corona generasi SARS-CoV-2. Sebagai upaya paling ampuh untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Hal itu merujuk pada penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO,” tutupnya. (Redk)

 204 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!