UA-163642268-1

Ketua IJM Angkat Bicara Tindakan Kekerasan Jurnalis di Banyuwangi


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Didampingi Sekretarisnya Riyanto, Ketua Ikatan Jurnalis Magetan (IJM) Sunaryo, angkat bicara terkait adanya tindak kekerasan terhadap Jurnalis yang terjadi di Kota Blambangan Banyuwangi.

Kejadian tersebut, dialami oleh jurnalis Banyuwangi, Slamet Santoso dari Media Tipikor Indonesia (MTI), pada hari Senin (25/01/2021) kemarin.

Hasil informasi yang dihimpun, Slamet menjadi korban penganiayaan oleh pelaku yang diduga seorang kontraktor berinisial (F), di sebuah warung kopi, tepatnya di sekitaran Ramayana Mall di Jalan Adi Sucipto, Senin (25/) lalu. Akibatnya, Slamet mengalami luka memar di tangan kanannya akibat ditendang oleh kontraktor tersebut.

Baca Juga :  DIKPORA Magetan : PBM di Rumah Diperpanjang Sampai 1 Juni 2020

Menanggapi hal itu, Ketua IJM Sunaryo menjelaskan, kebebasan Pers yang diatur dalam UU Nomor 40/1999 Tentang Pers sudah jelas dan transparan apa dan bagaimana tugas dari Jurnalis itu sendiri. Sehingga ketika ada pemberitaan yang dianggap tidak benar atau keliru, maka hak koreksi dan hak jawab di jamin dalam UU Nomor 40/1999 tentang Pers itu. Bukan diselesaikan dengan cara Premanisme, terlebih lagi dengan melakukan penganiayaan. “Ini jelas upaya pembungkaman Pers dan nyata dapat dijerat UU PERS dan hukum Pidana dalam pasal 351/KUHP,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelaku Penodongan Yang Ditangkap Polisi, Merupakan Perampok Spesialis Penggembos Ban Mobil

Menurutnya, kejadian ini menjadi tugas dan tanggung jawab dari aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Kebebasan Pers atau Kemerdekaan Pers adalah Hak Asasi Manusia (HAM), sehingga kasus ini tak bisa dibiarkan apalagi didiamkan,” tegas Sunaryo, Kamis (28/01).

Selain itu, dalam kasus tersebut, Sunaryo meminta kepada pelaku apabila ada niat baiknya untuk segera melakukannya dengan syarat. “Meminta maaf secara terbuka dan tertulis kepada awak Media MTI dan Redaksi Media Tipikor Indonesia. Menyiarkan isi permohonan maaf tersebut di media, serta melakukan pertemuan dan duduk bersama dalam penyelesaian kasus ini untuk bermusyawarah dan bermufakat secara kekeluargaan,” pungkasnya. (Tim)

 601 total views,  2 views today

Baca Juga :  Oprasi Zebra Semeru 2020 Berlaku 14 Hari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!