UA-163642268-1

Langgar Protkes Covid-19 dan Merusak Mobil Polisi, Demontrans Dibubarkan Petugas


ARYA-MEDIA | MALANG – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam FMN (Front Mahasiswa Nasional) bersama dengan Aliansi Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (GEMPUR), elemen AMP, Free West Papua, menggelar aksi unjuk rasa (Unras), dalam rangka memperingati hari Perempuan Internasional, di depan Kantor DPRD / Balai Kota Malang, Senin (8/3/2021).

Saat para pendemo membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang lewat sekitar stadion Gajayana Malang, petugas dari Polresta Malang bersama Satpol-PP Pemkot Malang memberikan himbauan kepada para pendemo agar aksinya dihentikan karena tidak mengantongi izin. Terlebih lagi, saat ini di massa Pandemi Covid-19, serta pemberlakuan PPKM skala Mikro.

“Aksi yang dilakukan ini tidak sesuai dengan peringatan “Women Day”, dan mengganggu aktifitas masyarakat yang lain, apalagi saat ini masih Pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Mikro,” jelas Kombes Pol Leonardus, Kapolresta Malang Kota, Senin (8/3).

Baca Juga :  Limbah Pabrik Tahu : Tim Penindakan Dan Pengawasan DLH Magetan, Ambil Sampel Air Sungai Yang Tercemar

Petugas menindak tegas dengan mengamankan para pendemo dengan diangkut ke dalam truk untuk dikembalikan ke titik awal. Namun, ditengah perjalanan, pendemo yang diangkut dengan truk justru melakukan pengerusakan dengan cara menendang kaca bagian belakang truk.

“Saat kita angkut menggunakan truk, mereka (pendemo red) justru melakukan pengerusakan dengan menendang kaca truk. Sehingga kami terpaksa membawa ke Mako untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas Kapolresta Malang.

Baca Juga :  Target Nasional : Upaya Persiapan Grebeg Pring Urip 2018 Masih Mencapai 30 Persen

Sebagai informasi, dalam aksinya, para pendemo membentangkan poster dan spanduk dengan melakukan orasi untuk menolak otsus jilid 2 solusinya referendum bagi West Papua, Tarik militer Indonesia dari seluruh tanah Papua.

“Kitong minta merdeka bukan minta otsus, Stop the coup end military dictatorship, Berikan ruang aman bagi perempuan Papua,” teriak para pengunjuk rasa.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Balita Pasien Positif Covid-19 di Magetan Sudah Sembuh

Selain itu, massa unras juga menyatakan beberapa sikap yang ditujukan kepada Pemerintah Pusat maupun daerah diantaranya, hancurkan kapitalisme, sah kan RUU PKS & wujudkan kesejahteraan sosial berbasis gender, lawan dan hancurkan Seksisme dan kapitalisme sahkan RUU PKS/penghapusan kekerasan seksual sekarang juga rebut hak buruh perempuan yang dirampas tirani. (Redk)

 698 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!